Pemprov DKI Jakarta Siapkan WFH untuk ASN Antisipasi Krisis Energi
MediaHub – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan siap menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan energi akibat konflik yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa keputusan ini ditujukan untuk mengatasi dinamika geopolitik yang berdampak langsung pada pasokan serta harga bahan bakar minyak (BBM). Pramono menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil Pemprov DKI Jakarta akan sejalan dengan kebijakan penghematan energi nasional.
“Apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat akan kami jalankan di DKI Jakarta juga,” ungkap Pramono saat memberikan keterangan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa (17/3). Ia menambahkan, “Perang yang berkepanjangan di Iran pasti akan berdampak pada penyediaan energi, baik gas maupun BBM.”
Penyesuaian sistem kerja ini dianggap penting untuk menekan mobilitas masyarakat dan mengurangi konsumsi bahan bakar di ibu kota, terutama di tengah lonjakan harga energi global saat ini.
Pilihan Redaksi: Pemkab Bekasi Berlakukan WFH Bagi ASN Terdampak Banjir, Libur Nyepi dan Idulfitri, Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan 18-24 Maret, Sulbar Terapkan WFH 2 Bulan untuk PPPK, Tak Dapat THR dan Gaji ke-13.
“Harga saat ini memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” tambah Pramono. Mengenai mekanisme dan waktu pelaksanaan WFH, pihak Pemprov masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat. Kendati demikian, ia memastikan bahwa jajaran Pemprov akan mematuhi kebijakan nasional demi menjaga stabilitas cadangan energi.
“Jika pemerintah pusat menerapkan kebijakan ini secara menyeluruh, kami akan mengikutinya. Jakarta akan menyesuaikan dengan kebijakan tersebut,” tutup Pramono.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
