Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Menurun Drastis Saat AC Dipakai di Cuaca Panas
MEDIAHUB.ID – Penggunaan pendingin udara atau AC pada mobil listrik di cuaca panas dapat menguras daya baterai secara signifikan dan berdampak pada jarak tempuh kendaraan.
Berdasarkan laporan Recharged, sistem pendingin kabin menjadi salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi daya setelah motor penggerak utama. Semakin tinggi suhu lingkungan, semakin besar pula energi baterai yang dibutuhkan untuk menjaga suhu kabin tetap nyaman.
Pengaruh ini mulai terasa saat suhu udara berada di atas 29 derajat Celcius. Pada suhu sekitar 27 derajat Celcius, penggunaan AC rata-rata memangkas jarak tempuh sekitar 2,8 persen. Namun ketika suhu naik hingga 35 derajat Celcius, penurunan daya jelajah bisa mencapai 17 persen.
Secara umum, penggunaan AC di cuaca panas dapat menurunkan efisiensi jarak tempuh sekitar 11 persen. Kondisi ini berbeda dengan mobil bermesin bensin atau diesel yang bisa memanfaatkan panas mesin untuk membantu sistem pendingin. Pada mobil listrik, kompresor AC bekerja menggunakan tenaga listrik langsung dari baterai utama.
Artinya, setiap kali pendingin kabin dinyalakan, baterai harus menyuplai daya untuk memindahkan panas dari dalam kabin ke luar kendaraan. Meski begitu, sistem AC tetap dinilai lebih efisien dibandingkan pemanas kabin atau heater yang biasa digunakan di negara bermusim dingin.
Penggunaan heater dengan metode resistance heating bahkan disebut dapat memangkas jarak tempuh hingga 17 persen. Untuk menjaga efisiensi baterai, pengemudi disarankan memanfaatkan fitur pre-conditioning saat mobil sedang mengisi daya agar kabin sudah dingin sebelum perjalanan dimulai.
Selain itu, memarkir kendaraan di tempat teduh dan menggunakan fitur climate control zone juga dapat membantu menghemat konsumsi energi selama berkendara.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
