Harga Minyak Kembali Menguat, Pasar Pantau Ketat Situasi di Selat Hormuz
MEDIAHUB.ID – Harga minyak dunia kembali menguat setelah memanasnya situasi di Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Mengutip Reuters, Sabtu 9 Mei 2026, harga minyak Brent pada perdagangan Jumat ditutup di level 101,29 dolar AS per barel, naik 1,23 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di level 95,42 dolar AS per barel, menguat 0,64 persen.
Meski naik dalam perdagangan harian, kedua acuan harga minyak tersebut masih mencatat penurunan mingguan lebih dari 6 persen.
Kenaikan harga terutama dipicu kekhawatiran pasar atas situasi di Selat Hormuz setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Namun, pelaku pasar juga masih menimbang kemungkinan adanya gencatan senjata dan pembicaraan baru antara Washington dan Teheran.
“Kita berada di ambang terobosan negosiasi atau justru di ambang pecahnya kembali pertempuran,” kata mitra Again Capital, John Kilduff.
Ia menambahkan, pasar masih menilai ada peluang tercapainya kesepakatan baru antara Iran dan AS dalam waktu dekat.
Sepanjang perdagangan, harga minyak bergerak fluktuatif karena investor terus merespons perkembangan terbaru dari konflik di Timur Tengah. Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, menyebut pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh berita-berita politik dan militer.
“Kita masih bermain dalam permainan berita utama. Pergerakan kapal di Teluk Persia masih berjalan sebaik yang bisa diharapkan,” ujarnya.
Konflik terbaru disebut terjadi setelah pasukan AS dan Iran kembali bentrok di kawasan Teluk. Uni Emirat Arab (UEA) juga kembali menjadi sasaran serangan saat Washington menunggu respons Teheran atas proposal penghentian konflik.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
