Ujian Komitmen FIFA: Sikap Iran dalam Piala Dunia 2026

14 Mar 2026 • 04:49 iMedia

MediaHub – Indonesia mengalami pencabutan status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 akibat penolakan terhadap kehadiran timnas Israel. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang sikap FIFA ketika menghadapi ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kehadiran timnas Iran di Piala Dunia 2026.

Gubernur Ganjar Pranowo dan Wayan Koster sebelumnya menegaskan penolakan mereka terhadap Israel, yang berujung pada keputusan FIFA untuk memindahkan Piala Dunia U-20 2023 ke Argentina. FIFA menegaskan bahwa mereka tidak akan berkompromi dalam memisahkan sepak bola dari politik.

Saat ini, FIFA menghadapi tantangan besar terkait komitmen mereka pada nilai-nilai tersebut, terutama menjelang Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Trump baru-baru ini mengeluarkan pernyataan kontroversial yang mempertanyakan kehadiran Iran di turnamen mendatang. Ia menyampaikan bahwa Iran sebaiknya tidak hadir demi keselamatan mereka.

“Timnas Iran seharusnya diundang ke Piala Dunia. Namun, saya tidak yakin mereka seharusnya hadir di sana demi keselamatan hidup mereka,” tutur Trump. Pernyataan ini menciptakan paralel dengan penolakan yang dilakukan oleh gubernur Indonesia terhadap Israel.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada tindakan militer yang dilakukan AS terhadap Iran. Semenjak Rusia mendapatkan sanksi berat setelah agresi terhadap Ukraina, FIFA belum menunjukkan langkah serupa terhadap Amerika Serikat meskipun tindakan tersebut jelas melanggar kedaulatan negara lain.

Tanpa adanya ketegasan dari FIFA dalam menangani posisi politik ini, kredibilitasnya sebagai badan pengatur tertinggi sepak bola dunia akan semakin dipertanyakan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya