Trump Kecewa, China Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

17 Mar 2026 • 04:31 iMedia

MediaHub – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan kekecewaannya terhadap China setelah Beijing menolak permintaan untuk mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz. Menurut laporan yang dikutip dari Reuters pada hari Senin (16/3), Trump berharap bahwa China akan mengambil langkah proaktif dalam membuka blokade yang dikendalikan oleh Iran di kawasan tersebut.

Trump sebelumnya mengharapkan kehadiran kapal perang China sebelum pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026. Namun, kendati harapan tersebut muncul, Trump nampaknya menerima kenyataan bahwa China tidak akan memenuhi permintaannya. Situasi ini memicu keputusan Trump untuk mempertimbangkan penundaan dalam perjalanan ke China.

“Saya pikir China seharusnya berkontribusi, mengingat 90 persen minyak mereka berasal dari Selat Hormuz. Kami mungkin akan menunda kunjungan ke China,” ujar Trump dalam pernyataannya yang dikutip oleh Reuters.

Pihak China menyatakan bahwa komunikasi dengan Amerika Serikat mengenai kunjungan Trump masih berlangsung, dan hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai penundaan tersebut.

Trump sebelumnya juga telah mendesak negara-negara lain untuk berpartisipasi dalam pengawalan kapal-kapal melewati Selat Hormuz, terutama di tengah ketegangan yang meningkat antara AS-Israel dan Iran yang telah menyebabkan kekacauan di Timur Tengah serta berdampak pada harga energi global. Ia mengingatkan bahwa negara yang sangat bergantung pada minyak dari kawasan tersebut memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan Selat Hormuz.

Namun, harapan Trump untuk dukungan internasional tampaknya tidak terwujud sepenuhnya. Negara-negara seperti Jepang, Australia, dan Kanada telah menyatakan ketidaksediaan mereka untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa Jepang, yang terikat oleh konstitusi yang melarang pengiriman pasukan untuk keperluan perang, tidak memiliki rencana untuk mengirim kapal angkatan laut ke kawasan tersebut, meskipun Jepang mengandalkan 95% pasokan minyaknya dari tempat itu. “Kami belum membuat keputusan apapun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami sedang mengeksplorasi apa yang bisa dilakukan Jepang,” ungkap Takaichi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya