Susi Pudjiastuti Diharapkan Perkuat Peran bank bjb dalam Dorong UMKM

30 Apr 2026 • 00:00 iMedia

MEDIAHUB.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, menyambut positif pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen Bank bjb dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Menurut Iswara, Susi dinilai memiliki integritas yang kuat dan dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola serta arah strategis bank bjb ke depan.

"Figur Bu Susi itu dikenal punya integritas. Ini penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong perbaikan tata kelola di tubuh bank bjb," ujar Iswara, dikutip Rabu, 29 April 2026.

Ia juga menilai kehadiran Susi berpotensi memperkuat peran bank bjb dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk mendorong skema pembiayaan yang lebih sehat bagi pelaku usaha.

"Seperti yang diinginkan Bu Susi, bank bjb harus hadir untuk UMKM, termasuk mengambil peran dalam mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap pinjaman online. Ini bisa jadi langkah strategis jika dikelola dengan baik," katanya.

Selain itu, Iswara mengapresiasi capaian kinerja bank bjb yang menargetkan pembagian dividen hingga Rp900 miliar kepada para pemegang saham.

"Target dividen Rp900 miliar ini patut diapresiasi. Artinya kinerja perusahaan cukup baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pemegang saham, termasuk pemerintah daerah," ucapnya.

Sebelumnya, Susi Pudjiastuti menyoroti peran strategis bank daerah dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM di Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk yang besar serta garis pantai utara dan selatan yang panjang, ia menilai potensi ekonomi daerah belum tergarap optimal.

"Jabar dengan penduduk yang besar, pantai utara dan selatan sangat panjang. UMKM salah satu kekuatan masyarakat Jawa Barat, contoh Pangandaran itu PDB penduduknya bagus. Kalau bisa kultur ini ditularkan ke semua bagian," ungkap Susi.

Susi juga menyinggung maraknya pinjaman online di Jawa Barat. Ia mendorong agar bank bjb bisa mengambil sebagian pangsa pasar tersebut sebagai langkah melindungi masyarakat dari bunga tinggi.

"Pinjol di Jabar besar sekali, kalau itu bisa ditake over oleh Bank Jabar. 50 persen target pertama saya yakin bisa dan kita membantu orang, menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol," tegasnya.

Meski demikian, Susi mengakui upaya itu membutuhkan proses panjang, termasuk dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.

"Tapi tentu ini ada tahapannya dan mungkin Pak Gub harus meminta cara membatasi pinjol di Jabar agar bjb bisa ambil porsi. Hal-hal seperti itu," tandasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya