Sosok Yenna Yuniana, Pemenang Tender Proyek Motor Listrik MBG yang Pernah Diperiksa KPK
MEDIAHUB.ID – Nama Yenna Yuniana menjadi sorotan setelah perusahaan yang dipimpinnya, PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), ditetapkan sebagai pemenang tender pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN).
Tender bernilai besar itu mencakup penyediaan lebih dari 20.000 unit motor listrik merek Emmo JVX GT yang akan digunakan untuk mendukung operasional distribusi makanan bergizi di berbagai daerah di Indonesia.
Di balik keberhasilan bisnis tersebut, sosok Yenna disebut dikenal tertutup. Ia menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus beneficial owner PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang bergerak di bidang logistik, pengadaan barang, alat kesehatan, serta ekspor-impor. Kantor dan rumah pribadinya berada di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dalam sebuah bangunan putih yang disebut warga sekitar dulunya merupakan kos-kosan.
Warga dan pengurus lingkungan setempat mengaku jarang berinteraksi langsung dengan Yenna. Bangunan tersebut juga disebut selalu tertutup rapat dengan pagar tinggi, kanopi, dan minim aktivitas. Sesekali, sebuah mobil listrik mewah merek BYD terlihat terparkir di depan rumah.
PT Yasa Artha Trimanunggal didirikan pada 2016 dan tercatat memiliki anak usaha, PT Adlas Sarana Elektrik, yang disebut menjadi penyedia armada motor listrik dalam proyek MBG. Kemenangan dalam tender ini menempatkan Yenna sebagai salah satu pengusaha yang dipercaya menangani proyek pemerintah berskala besar.
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada pencapaian bisnisnya. Nama Yenna Yuniana juga pernah muncul dalam catatan penegakan hukum. Pada Senin, 3 November 2025, ia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahun anggaran 2020 di Kementerian Sosial.
Pemeriksaan itu merupakan bagian dari pengembangan perkara yang sebelumnya menjerat mantan Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (BGR), Muhammad Kuncoro Wibowo, serta sejumlah pihak lain. Dalam pemeriksaan tersebut, Yenna turut diperiksa bersama dua saksi lainnya, yakni Rachmat Koesnadi dan Petrus Susanto.
PT Yasa Artha Trimanunggal disebut pernah menjadi mitra logistik dalam penyaluran bansos beras tersebut. Hingga kini, Yenna masih berstatus saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang diduga merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah itu.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Yenna juga dikenal sangat tertutup. Warga sekitar menyebut tidak banyak mengetahui aktivitas sehari-hari pengusaha perempuan tersebut. Sementara itu, kantor perusahaannya tampak sepi dan tidak menunjukkan aktivitas yang mencolok.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Yenna Yuniana maupun PT Yasa Artha Trimanunggal terkait kemenangan tender MBG maupun pemeriksaan KPK pada perkara bansos beras 2020.
Nama Yenna kini menjadi perhatian publik karena berada di tengah proyek strategis nasional sekaligus memiliki catatan yang pernah bersinggungan dengan penegakan hukum antikorupsi. Publik menanti pelaksanaan proyek MBG agar berjalan transparan dan akuntabel sesuai tujuan program pemerintah.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
