Prabowo Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Makan Bergizi Gratis

22 Mar 2026 • 16:53 iMedia

MediaHub – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan keseriusannya dalam melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas utama pemerintah. Di tengah beragam kritik serta tantangan yang dihadapi, Prabowo percaya bahwa program ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Dalam sebuah dialog yang diadakan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (21/3), ia menyampaikan, “Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang dibuang untuk korupsi, lebih baik rakyat bisa makan dengan layak.” Pernyataan ini menggambarkan tekadnya untuk memastikan setiap lapisan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan gizi yang cukup.

Prabowo menyoroti permasalahan stunting yang masih tinggi di Indonesia sebagai alasan kuat untuk melanjutkan MBG. “Anda tidak melihat anak-anak yang mengalami stunting? Saya sering berkeliling desa dan melihat langsung keadaan mereka. Anak berusia 11 tahun nampak seperti anak 4 tahun. Saya yakin saya berada di jalur yang benar,” tambahnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya memiliki dampak sosial yang positif, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam rencana, MBG akan memiliki sekitar 31 ribu dapur yang tersebar di seluruh Indonesia. “Katakanlah, kita hitung 30 ribu dapur. Jika masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang, maka itu sudah menciptakan 1,5 juta lapangan kerja,” papar Prabowo.

Setiap dapur juga akan melibatkan sejumlah pemasok bahan pangan yang akan memberi kesempatan kerja tambahan. “Setiap dapur bisa menjalin kerja sama dengan 5-10 vendor. Masing-masing vendor mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi, kita bisa tambahkan sekitar 1,5 juta orang lagi yang terlibat dalam ketahanan pangan ini,” jelasnya.

Namun, Prabowo tidak menampik bahwa pelaksanaan program ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Ia mencatat bahwa pemerintah telah menutup lebih dari seribu dapur yang bermasalah. “Kami telah mengambil langkah untuk menertibkan dapur-dapur yang tidak memenuhi standar,” ujarnya.

Dalam hal pembiayaan, Prabowo menjelaskan bahwa dana untuk program MBG berasal dari langkah efisiensi anggaran serta upaya untuk mengurangi kebocoran yang sering terjadi. “Uang kita ada. Tinggal bagaimana kita mengorganisir dan mengurangi kebocoran tersebut,” ujarnya tegas.

Prabowo meyakini bahwa kebijakan ini bertujuan agar hasil pertumbuhan ekonomi bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat luas. “Kita harus memastikan bahwa rakyat kita, yang selama ini tidak merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi, akhirnya bisa menikmati manfaatnya,” tutup Prabowo.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya