Duka Mendalam atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

01 Apr 2026 • 02:56 iMedia

MediaHub – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa duka yang mendalam setelah kehilangan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Kejadian tragis ini terjadi dalam konteks misi UNIFIL, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas di Timur Tengah.

Melalui akun Instagram resminya, Prabowo menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para prajurit, seraya memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian dan keberanian mereka. “Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan tugas mulia di luar negeri,” ujarnya pada Selasa, 31 Maret.

Menurut informasi, ketiga prajurit tersebut diduga tewas akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel. Kejadian ini menuai kecaman tidak hanya dari masyarakat Indonesia, tetapi juga dari komunitas internasional. Sekretaris Jenderal PBB, Eurico Gutteres, juga mengungkapkan kutukan terhadap tindakan tersebut.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, mendorong pemerintah serta TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengiriman pasukan dalam misi perdamaian di Lebanon. “Saya terus menyampaikan agar dilakukan evaluasi mendalam mengenai keberadaan prajurit kita di sana,” tegasnya di kompleks parlemen.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga mengeluarkan pernyataan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan keji yang tak dapat ditoleransi. Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Kementerian menyatakan, “Pemerintah Republik Indonesia mengutuk keras serangan yang terjadi di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, pada 30 Maret 2026, yang mengakibatkan gugurnya dua personel dan melukai dua lainnya.”

Lebih jauh, Kemlu RI menegaskan bahwa serangan ini mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan. “Operasi militer Israel yang terus berlanjut telah menempatkan peacekeepers PBB dalam risiko yang sangat serius,” tambah pernyataan tersebut.

Indonesia pun mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas serangan yang menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian. Permintaan ini mengharuskan penyelidikan dilakukan secara cepat dan transparan guna mengungkap fakta dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Indonesia menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta serta kronologi kejadian dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” demikian diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri melalui akun X pada Selasa (31/3).

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya