Porsi Kredit UMKM Masih Jauh dari Ideal, DPR Soroti Rendahnya Pembiayaan
MEDIAHUB.ID – Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai porsi kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih jauh dari ideal. Saat ini, pembiayaan UMKM disebut baru berada di kisaran 17-20 persen dari total kredit nasional.
Menurut Misbakhun, angka tersebut tidak sebanding dengan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Sektor ini diketahui menyumbang sekitar 61-62 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hingga 95 persen tenaga kerja.
“Komisi XI DPR menaruh perhatian serius terhadap rendahnya porsi kredit UMKM yang belum mencerminkan kontribusinya terhadap ekonomi nasional,” ujar Misbakhun, dikutip Jumat, 17 April 2026.
Ia menjelaskan, masih ada sejumlah hambatan yang membuat penyaluran kredit UMKM belum optimal. Di antaranya keterbatasan agunan, tingginya tingkat informalitas usaha, lemahnya pencatatan keuangan, serta persepsi risiko yang masih tinggi dari pihak perbankan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Misbakhun menekankan pentingnya penguatan ekosistem penjaminan kredit sebagai instrumen mitigasi risiko. Skema ini dinilai dapat menjadi jembatan antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan.
Ia menuturkan, penjaminan kredit merupakan bentuk transfer risiko kredit, di mana risiko gagal bayar tidak sepenuhnya ditanggung oleh pemberi pinjaman, melainkan dibagi dengan lembaga penjamin.
Dalam praktiknya, ekosistem ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMN penjamin seperti PT Jamkrindo dan PT Askrindo, perusahaan penjaminan daerah atau Jamkrida, hingga penjamin swasta dan skema penjaminan ulang.
Misbakhun menegaskan, penguatan sektor penjaminan perlu menjadi bagian dari strategi kebijakan ekonomi nasional agar akses pembiayaan UMKM semakin luas dan inklusif.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
