Polri Siapkan Operasi Ketupat 2026 untuk Arus Mudik Lebaran

03 Mar 2026 • 01:34 iMedia

MediaHub – Polri resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk menjamin keamanan arus mudik dan balik menjelang Lebaran 1447 Hijriah. Kegiatan pengamanan ini dimulai dari tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan skema pengamanan yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri menekankan pentingnya kesiapan instansi untuk memberikan rasa aman serta layanan terbaik bagi masyarakat yang akan mudik. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, pada Senin, 2 Maret 2026.

Kapolri mengungkapkan, terdapat 2.746 posko yang telah disiapkan sebagai bagian dari strategi pengamanan selama Lebaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.624 posko akan berfungsi sebagai pos pengamanan sekaligus pusat informasi dan pengaturan arus lalu lintas yang akan ditempatkan di jalur-jalur utama, kawasan rawan kemacetan, serta lokasi strategis lainnya di seluruh tanah air.

Sebanyak 779 posko pelayanan juga disediakan untuk memberikan area istirahat bagi pengemudi yang kelelahan saat menempuh perjalanan jauh. Posko-posko ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk menjaga kondisi fisik pemudik agar tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya, 343 posko terpadu akan berfungsi sebagai pusat kendali dalam Operasi Ketupat 2026, yang menjadi titik koordinasi berbagai unsur pengamanan dan pelayanan, termasuk integrasi dengan stakeholder yang relevan.

“Di masing-masing posko, tersedia rest area dan layanan lainnya untuk masyarakat yang melaksanakan mudik maupun arus balik,” ungkap Sigit.

Selain memfokuskan pengamanan pada jalur transportasi, Polri juga menyasar 185.608 objek yang dianggap penting selama Operasi Ketupat 2026. Objek-objek ini meliputi tempat ibadah, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Pengamanan di lokasi-lokasi tersebut dianggap sangat penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran. Lonjakan pengunjung di sejumlah pusat wisata dan area publik berpotensi menimbulkan kerawanan jika tidak dikelola dengan baik.

Kapolri menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026. Keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola transportasi, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan, sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran arus mudik.

“Perlu ada kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan pelayanan di tempat wisata, tempat ibadah, jalur transportasi, serta pusat perbelanjaan dan rest area,” tegasnya.

Dengan skema pengamanan yang menyeluruh dan dukungan dari ribuan posko di berbagai daerah, Polri optimis bahwa Operasi Ketupat 2026 akan menciptakan mudik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya