Pertempuran Berlanjut, Israel Lakukan Serangan di Lebanon
MediaHub – Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah terus berkecamuk, dengan Israel melancarkan serangan udara di wilayah selatan Lebanon. Dalam salah satu serangan terbaru, sebanyak 12 tenaga medis dilaporkan tewas di sebuah klinik kesehatan di Burj Qalawiya.
Situasi semakin memanas setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas kematian pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang lalu. Hal ini telah menyeret Lebanon ke dalam kekacauan yang lebih besar.
Otoritas kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan yang terjadi pada Sabtu (14/3) menewaskan 12 dokter, perawat, dan paramedis. Serangan tambahan di kota Sawaneh juga menewaskan dua paramedis yang merupakan bagian dari Hizbullah dan sekutunya, Amal.
Pada Jumat (13/3), Naim Qassem, pemimpin Hizbullah, menegaskan kesiapan kelompoknya untuk menghadapi konfrontasi yang panjang dengan Israel. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa ini adalah pertempuran yang lebih dari sekadar batasan sederhana, melainkan pertempuran eksistensial yang memerlukan komitmen jangka panjang.
Qassem berjanji bahwa Israel akan terkejut dengan kemampuan Hizbullah di medan perang. Dalam konteks serangan yang terus berlanjut, Israel juga menghancurkan sebuah jembatan penting yang menghubungkan kota Zrariyeh dan Tayr Falsay. Jembatan ini dianggap vital oleh militer Israel sebagai jalur utama bagi Hizbullah untuk memperkuat posisinya.
Dengan serangan-serangan ini, Israel mengancam akan memberikan konsekuensi yang lebih berat bagi Lebanon, terutama pada infrastruktur publiknya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
