Menyusuri Enam Destinasi Wisata Ikonik di Negeri Sembilan, Malaysia
MEDIAHUB.ID – Negeri Sembilan, Malaysia, menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari kemegahan arsitektur religi, jejak sejarah kerajaan, sajian kuliner khas, hingga panorama alam yang memikat.
Pengalaman itu dirasakan langsung saat mengikuti Mega Familiarisation (Mega Fam) Program yang digelar Tourism Malaysia di Negeri Sembilan pada Minggu, 19 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye Visit Malaysia 2026 dan diikuti 26 perwakilan media serta influencer dari Asia Timur dan Asia Tenggara.
Sepanjang sehari, para peserta diajak menelusuri sejumlah destinasi ikonik yang merepresentasikan kekayaan budaya dan daya tarik wisata di wilayah tersebut. Negeri Sembilan sendiri merupakan salah satu negara bagian di Malaysia yang terletak di pesisir barat Semenanjung Malaysia, berbatasan dengan Selangor, Pahang, dan Melaka, serta menghadap Selat Malaka.
Di balik letak geografisnya yang strategis, Negeri Sembilan juga dikenal dengan warisan budaya Minangkabau yang kuat. Ciri itu terlihat pada arsitektur rumah adat dengan atap melengkung menyerupai tanduk kerbau yang sarat makna historis dan filosofis.
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Sri Sendayan, yang berlokasi di Bandar Sri Sendayan, Seremban. Masjid ini menjadi salah satu ikon wisata religi paling menonjol di kawasan tersebut, baik karena kemegahan arsitekturnya maupun penataan kawasan yang tertib dan ramah pengunjung.
Setibanya di lokasi, pengunjung diarahkan mengikuti ketentuan berpakaian yang berlaku. Wisatawan yang tidak mengenakan hijab diminta memakai jubah panjang berkupluk berwarna hitam yang telah disediakan pihak pengelola, sementara pengunjung perempuan yang sudah berpakaian panjang cukup menambahkan tudung pashmina.
Pihak keamanan masjid menegaskan aturan itu diterapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian rumah ibadah. Di sisi lain, pengelola juga terus memberi pemahaman bahwa aturan tersebut hanya bagian dari tata tertib kunjungan, bukan terkait keyakinan seseorang.
Masjid Sri Sendayan dibangun sejak 2013 dan diresmikan pada 2019. Area luarnya menyerupai Taj Mahal, sementara kubahnya mengadopsi gaya arsitektur Ottoman seperti Hagia Sophia. Di dalam, ruang salat yang luas dihiasi pilar tinggi, lampu gantung elegan, dan detail kaligrafi yang memperkuat nuansa spiritual.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Royal Gallery Tuanku Ja’afar. Galeri ini menampilkan perjalanan historis dan kiprah Tuanku Ja’afar, tokoh penting yang memimpin Negeri Sembilan selama 41 tahun dan pernah menjabat sebagai Raja Malaysia ke-10.
Di dalam galeri, pengunjung dapat melihat koleksi bersejarah seperti busana kebesaran kerajaan, medali kehormatan, arsip pemerintahan, serta cenderamata diplomatik dari sejumlah kepala negara sahabat. Penataan ruangnya dirancang modern dan naratif sehingga setiap koleksi tersaji dalam alur sejarah yang runtut.
Royal Gallery Tuanku Ja’afar buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 10.00 hingga 16.30 waktu setempat. Tiket masuk dikenakan sebesar 13 ringgit Malaysia, dengan tarif khusus 6 ringgit Malaysia bagi pelajar dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Saat makan siang, rombongan singgah di Hayyan Huda Opah’s Kitchen, rumah makan bernuansa tradisional yang menghadirkan suasana hangat layaknya dapur rumah Melayu. Restoran ini dikenal dengan hidangan khas Melayu, terutama olahan berbasis santan yang menjadi ciri rasa Negeri Sembilan.
Salah satu menu andalan yang paling diminati adalah gulai masak lemak cili api, yang disajikan dengan pilihan ayam kampung, daging sapi, atau ikan segar. Sajian lain seperti sambal belacan, ulam-ulaman, ikan goreng, dan aneka sayuran kampung turut melengkapi pengalaman bersantap.
Destinasi berikutnya adalah Museum Angkatan Tentera Port Dickson, yang menyajikan perjalanan panjang sejarah militer Malaysia dalam kemasan informatif dan imersif. Museum ini menampilkan tank, kendaraan lapis baja, pesawat tempur, diorama medan pertempuran, hingga koleksi seragam dan arsip sejarah.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah replika terowongan bawah tanah yang menggambarkan suasana masa konflik gerilya. Lorong sempit dengan pencahayaan redup itu menghadirkan pengalaman yang lebih realistis bagi pengunjung.
Pada sore hari, rombongan berkunjung ke Port Dickson Ostrich Show Farm, destinasi wisata keluarga yang menawarkan interaksi langsung dengan burung unta di lingkungan semi-alami. Pengunjung dapat memberi makan, menyentuh, hingga berfoto bersama dengan pengawasan petugas.
Selain burung unta, wisatawan juga bisa berinteraksi dengan sejumlah hewan lain seperti kambing, sapi, tikus belanda, keledai, burung merak, kuda, rakun, kucing, hingga anjing. Salah satu atraksi yang paling diminati adalah lomba lari melawan burung unta bernama Kuntum.
Perjalanan ditutup di Pantai Teluk Kemang saat matahari mulai condong ke barat. Cahaya keemasan memantul di permukaan laut, sementara angin pantai membawa suasana santai di tengah keramaian wisatawan yang menikmati sore.
Di pantai ini, keluarga-keluarga tampak duduk santai di atas pasir, anak-anak berlarian mengejar ombak, dan sejumlah pengunjung menunggu momen matahari terbenam. Operator wisata air juga menawarkan banana boat, jet ski, dan perahu rekreasi, sementara kios makanan dan minuman ramai oleh pengunjung yang menikmati suasana pesisir.
Enam destinasi tersebut memperlihatkan wajah Negeri Sembilan sebagai wilayah yang tak hanya kaya sejarah dan budaya, tetapi juga kuat dalam pengembangan wisata religi, edukasi, kuliner, dan rekreasi keluarga.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
