Konflik AS-Iran Dorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi dalam Tiga Tahun

10 May 2026 • 01:03 iMedia

MEDIAHUB.ID – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga pangan global hingga menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan laporan indeks harga komoditas pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Jumat, 8 Mei 2026, harga pangan naik 1,6 persen sepanjang April. Kenaikan ini didorong oleh melambungnya harga minyak nabati, daging, dan serealia.

Dikutip dari Reuters, secara tahunan indeks tersebut juga tercatat 2,5 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi ini disebut berkaitan erat dengan penutupan Selat Hormuz yang telah berlangsung selama tiga bulan. Blokade jalur laut itu menghambat distribusi input pertanian penting, seperti solar dan pupuk, yang dibutuhkan dalam rantai produksi pangan.

Sektor minyak nabati menjadi yang paling terdampak, dengan kenaikan harga mencapai 5,9 persen akibat lonjakan biaya energi yang turut mendorong pergeseran permintaan ke biofuel. Kepala Ekonom FAO, Máximo Torero, mengatakan tekanan terhadap pasar minyak nabati semakin berat karena keterkaitannya dengan sektor energi global yang belum stabil.

Di sektor lain, indeks harga daging mencatat rekor tertinggi baru, sementara harga serealia terus naik akibat kekhawatiran cuaca dan proyeksi penurunan luas tanam gandum pada 2026.

Sejumlah petani di sentra produksi Eropa, termasuk Prancis dan Rumania, juga mulai mengurangi penanaman komoditas yang sangat bergantung pada pupuk dan solar. Langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi yang terus meningkat sejak konflik pecah pada Februari lalu.

Meski kenaikan harga saat ini baru terlihat di tingkat komoditas mentah, para ahli mengingatkan dampaknya terhadap inflasi ritel biasanya muncul dengan jeda waktu. Tren kenaikan harga selama tiga bulan berturut-turut ini dinilai menjadi peringatan bagi pasar global, di tengah upaya AS dan Iran mempertimbangkan kesepakatan damai untuk membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya