Israel Konfirmasi Pembunuhan Komandan Hizbullah dalam Serangan di Lebanon

09 Mar 2026 • 23:45 iMedia

MediaHub – Militer Israel baru saja mengumumkan hasil signifikan dalam operasinya melawan kelompok bersenjata Hizbullah, yang diduga didukung oleh Iran. Dalam sebuah aksi militer yang berlangsung di Lebanon selatan, Israel mengklaim telah menewaskan Abu Hussein Ragheb, seorang komandan dari Unit Nasr Hizbullah.

Menurut kabar yang dilansir oleh AFP pada Senin, 9 Maret 2026, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi keberhasilan operasi ini. Unit Nasr sendiri dikenal aktif di sektor timur wilayah selatan Sungai Litani dan pernah terlibat dalam serangan lintas perbatasan terhadap Israel setelah insiden Hamas yang terjadi pada Oktober 2023, yang memicu ketegangan di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, dalam operasi terbaru ini, militer Israel juga melancarkan serangan di Desa Qlayaa. Serangan tersebut berujung pada kematian seorang pendeta bernama Pierre al-Rai, akibat tembakan dari tank Israel. Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), dua tembakan artileri menghantam sebuah rumah di desa mayoritas Kristen tersebut. Serangan pertama melukai pemilik rumah dan istrinya.

Saat beberapa warga dan paramedis Palang Merah datang untuk memberikan bantuan, lokasi tersebut mengalami serangan kedua, yang mengakibatkan Pierre al-Rai dan beberapa orang lainnya terluka. Sayangnya, pendeta tersebut akhirnya meninggal dunia akibat luka-lukanya, seperti yang disampaikan oleh sumber medis kepada AFP.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan jelas dari militer Israel mengenai alasan di balik penargetan rumah di area pinggiran kota tersebut. Beberapa hari sebelum insiden tragis ini, tepatnya pada 6 Maret, Rai diketahui mengikuti pertemuan komunitas di kota Marjayoun. Dalam pertemuan tersebut, warga menyatakan keinginan mereka untuk tetap tinggal di rumah meskipun ada peringatan evakuasi dari militer Israel bagi penduduk selatan Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.

Dalam pidato tersebut, Rai menegaskan bahwa masyarakat setempat hanya berusaha mempertahankan tanah mereka dengan cara damai. “Kami mempertahankan tanah kami dengan damai dan hanya membawa senjata berupa kebaikan, cinta, dan doa,” ucapnya, sambil menegaskan pentingnya tetap tinggal di wilayah yang berisiko ini.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya