Iran Bantah Serang Kilang Fujairah, Ancam Balas Jika Diserang UEA
MEDIAHUB.ID – Iran membantah tuduhan Uni Emirat Arab (UEA) yang menyebut Teheran berada di balik serangan rudal dan drone terhadap wilayah Emirat, termasuk insiden yang memicu kebakaran besar di Fujairah Oil Industry Zone.
Media pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu, 6 Mei 2026, melaporkan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa tidak ada operasi militer Iran yang menyasar UEA dalam beberapa hari terakhir.
“Tidak ada operasi semacam itu yang telah dilakukan,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa jika Iran benar-benar melakukan serangan, tindakan itu akan diumumkan secara resmi dan terbuka.
Iran menilai tudingan UEA tidak memiliki dasar dan justru berpotensi memperkeruh ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk sejak konfrontasi terbuka antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Meski membantah terlibat, Iran juga melontarkan peringatan keras kepada Abu Dhabi. Teheran menyatakan akan memberikan respons militer tanpa kompromi jika wilayah UEA digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap Iran.
Dalam pernyataannya, Iran turut menuding UEA memberi ruang bagi operasi militer Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya. Pemerintah Emirat diminta tidak menjadikan negaranya sebagai basis kekuatan yang dianggap bermusuhan, karena langkah itu dinilai dapat menyeret UEA ke dalam konflik regional yang lebih luas.
Eskalasi di Teluk terus membesar sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu pembalasan Teheran serta gangguan serius di Selat Hormuz.
Meski gencatan senjata sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump, kegagalan perundingan lanjutan membuat kawasan masih berada di ambang perang terbuka.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
