Harga Emas Turun di Tengah Ketegangan Geopolitik

11 Mar 2026 • 01:40 iMedia

MediaHub – Harga emas saat ini menunjukkan pelemahan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta Israel di kawasan Timur Tengah. Emas, yang sering dipandang sebagai aset aman di saat ketidakpastian geopolitik, justru tidak mengalami lonjakan harga seperti yang diharapkan.

Mengapa Emas Tidak Melambung?

Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita, menjelaskan bahwa pasar keuangan tidak selalu bergerak sesuai dengan teori tradisional mengenai emas sebagai safe haven. Menurutnya, penurunan harga emas saat ini lebih mencerminkan dinamika likuiditas global ketimbang perubahan pada status emas sebagai aset pelindung nilai.

Ronny menambahkan, ketegangan yang terjadi justru memicu lonjakan harga minyak dan penguatan dolar AS, yang berimbas pada kenaikan yield US Treasury. Hal ini menyebabkan banyak investor global melakukan rebalancing portofolio dengan memindahkan dana ke aset yang menawarkan yield lebih tinggi dalam jangka pendek.

Tekanan Jangka Pendek dan Permintaan Pasar

Ronny juga mencatat bahwa tindakan ini tidak berarti emas kehilangan perannya. Tekanan teknikal jangka pendek, terutama oleh investor institusi yang melakukan profit taking setelah reli harga emas yang panjang, menjadi salah satu penyebabnya. Dalam situasi volatilitas tinggi, manajer aset cenderung mencairkan sebagian posisi emas untuk menjaga likuiditas.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menyatakan bahwa pasar emas juga terlihat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti arus dana global, penguatan dolar, dan kebutuhan likuiditas. Gejolak perang memang mendorong permintaan untuk aset aman, namun hal ini tidak selalu diikuti oleh peningkatan di pasar fisik.

Syafruddin menyoroti laporan dari Reuters mengenai diskon harga emas di Dubai, yang menunjukkan bahwa gangguan penerbangan di Timur Tengah mengakibatkan bullion terperangkap di pasar lokal. Di sisi lain, permintaan fisik dari India dan kawasan sekitar justru mengalami pelemahan.

Koreksi Harga Emas

Syafruddin menggarisbawahi bahwa penurunan harga emas bukanlah indikasi gagal sebagai safe haven, melainkan akibat anomali distribusi dan penyesuaian pasar. Emas masih dianggap sebagai pelindung nilai dalam jangka panjang, meskipun dalam jangka pendek harga dapat mengalami penurunan.

Di pasar, harga emas Antam pada Senin (9/3) tercatat turun Rp55 ribu menjadi Rp3,004 juta per gram. Namun, sehari setelahnya, harga emas kembali naik Rp8 ribu per gram.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya