Harapan Besar untuk John Herdman di Timnas Indonesia

23 Mar 2026 • 05:37 iMedia

MediaHub – Sepertinya, tidak ada harapan yang lebih berat diletakkan di pundak seorang pelatih Timnas Indonesia dibandingkan dengan yang saya percayakan kepada John Herdman. Di tengah liburan akhir tahun 2025 di Lembang, Jawa Barat, saya mengirim pesan kepada Ketua Umum PSSI, Pak Erick Thohir, untuk meminta wawancara dengan Herdman disertai daftar pertanyaan yang mengupas harapan saya terhadap pelatih asal Inggris ini.

Pak Erick menjawab dengan santai bahwa saya akan diberi tahu setelah Herdman menandatangani kontrak, tanpa menanyakan dari mana saya mendapatkan informasi bahwa pelatih tersebut pasti bergabung dengan Skuad Garuda. Tentu saja, beliau sudah tahu bahwa saya sering mendapatkan informasi dari dalam PSSI dan jaringan jurnalis internasional yang telah saya bangun sejak 1999.

Sampai saat ini, hampir empat bulan sejak permintaan wawancara saya, belum ada kabar. Beberapa pertanyaan yang saya ajukan juga sudah diajukan dalam wawancara di akun resmi YouTube Timnas Indonesia, membuatnya terasa basi jika diajukan lagi oleh tim kami di media lain.

Saya mengakhiri daftar pertanyaan dengan permintaan bahwa John Herdman harus berjanji untuk memberi kesempatan kepada media kami untuk mewawancarainya jika Indonesia berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2030. Ini menunjukkan betapa besarnya harapan saya kepada pria yang memiliki postur lebih kecil dibandingkan pelatih Eropa lainnya.

Saya harus jujur, Herdman bukanlah pelatih favorit saya; ia berada di urutan ketiga dalam daftar pelatih yang saya inginkan, di bawah Timur Kapadze dari Uzbekistan dan Heimir Halgrimmsson dari Islandia. Kapadze adalah sosok yang menarik perhatian saya setelah menyaksikan kemampuan tim Uzbekistan yang sangat solid pada Piala Asia U-23 2024.

Apabila kita membahas Kapadze, saya melihat gaya timnya dalam membangun kekuatan kolektif mirip dengan pendekatan Shin Tae-yong di Indonesia, meski kualitas pemain mereka secara keseluruhan lebih unggul dalam teknik dan fisik. Generasi emas Uzbekistan, seperti yang kita lihat, sangat kohesif dan kemungkinan akan kembali tampil memukau di Piala Dunia 2026 mendatang.

Sementara itu, saya juga memiliki catatan mengenai Halgrimmsson, tetapi lebih baik saya fokus pada Herdman untuk saat ini. Eks pelatih tim nasional pria dan wanita Kanada ini memiliki reputasi di kalangan wartawan di Manchester dan Glasgow, di mana ia mendapat nilai A dalam ujian UEFA Pro License enam tahun lalu.

Tapi lebih dari itu, Herdman tidak hanya berbasis pada ilmu yang diajarkannya. Ia terpaksa meninggalkan Inggris ke Selandia Baru pada usia 31 tahun karena dianggap tidak memiliki potensi yang sesuai dengan klub-klub di Inggris. Meskipun begitu, ia membuktikan kemampuannya setelah bertemu dengan pelatih muda dari Brasil dan Argentina pada coaching clinic, yang mendorongnya untuk melamar ke berbagai asosiasi sepak bola.

Kini, Herdman telah meraih kesuksesan besar di Oceania dan Amerika Utara. Ia menjadi sosok yang mengubah mentalitas tim Kanada menjadi lebih percaya diri, terutama saat mengalahkan tim-tim yang lebih kuat. Salah satu contohnya adalah saat mereka berhasil lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, yang diakui oleh striker Lucas Cavallini sebagai hasil kerja keras Herdman dalam membangun strategi yang tepat.

Bagi Herdman, tanggung jawab pertamanya di Indonesia akan datang pada Piala Asia 2027. Dalam turnamen mendatang, Indonesia diharapkan melangkah jauh, minimal mencapai perempat final, untuk menegaskan bahwa kita dapat bersaing di level elit Asia. Hal ini tentunya akan menjadi tantangan besar bagi timnas.

Dari segi manajemen, Herdman telah mulai menerapkan pendekatan yang lebih modern dengan pemanggilan dua tahap yang belum pernah dilakukan pelatih sebelumnya. Setelah memanggil 41 pemain, ia mencoret 17 orang, menunjukkan adanya pendekatan berbasis data yang lebih baik dalam pemilihan pemain.

Para pemain pun kini memiliki akses terhadap data performa dan kondisi fisik untuk mempersiapkan diri menjelang pertandingan. Ini adalah langkah baru yang semoga akan membawa Indonesia menuju kemenangan. Namun, satu pesan untuk Herdman: jangan mudah terpesona dengan kemampuan gocek pemain-pemain Liga Indonesia, tetapi fokuslah pada adaptasi dan kerja sama tim yang solid.

Kita lihat bagaimana debut Herdman, dan apakah ia dapat memberikan dampak positif seperti pelatih-pelatih sebelumnya yang telah mengukir prestasi di tanah air.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya