Desakan Penarikan Pasukan TNI dari Lebanon Setelah Insiden Mematikan

31 Mar 2026 • 01:05 iMedia

MediaHub – Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, mengungkapkan kekhawatirannya terkait keberadaan pasukan TNI yang terlibat dalam misi perdamaian di Lebanon. Desakan ini muncul setelah satu prajurit tewas akibat serangan yang diduga dilakukan oleh Israel terhadap pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Minggu, 29 Maret.

Dalam pandangannya, peristiwa tragis ini perlu menjadi momen evaluasi bagi pemerintah mengenai misi pengiriman pasukan TNI. Dave mempertanyakan sejauh mana situasi di lapangan dapat dianggap aman bagi prajurit yang ditugaskan di sana. “Jika memang situasinya tidak memungkinkan untuk dinyatakan aman, pemerintah perlu mempertimbangkan penarikan atau evaluasi terhadap keberadaan pasukan kita di Lebanon,” ungkapnya di kompleks parlemen pada Senin, 30 Maret.

Komisi I DPR juga mengungkapkan rasa belasungkawa mendalam atas insiden yang merenggut nyawa prajurit tersebut. Saat ini, mereka masih menunggu informasi resmi dari TNI terkait kejadian ini.

Dave menggarisbawahi pentingnya dilakukan investigasi menyeluruh terhadap serangan tersebut, karena bukan hanya satu prajurit yang tewas, tetapi dua prajurit lainnya juga mengalami luka-luka. “Dari mana asal serangan ini? Siapa yang menyerang, dan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi tersebut?” tambahnya.

Lebih lanjut, Dave menekankan bahwa pemerintah harus serius mempertimbangkan opsi penarikan pasukan dari misi perdamaian PBB, terutama menanggapi langkah serupa yang diambil oleh beberapa negara, termasuk Italia. “Saya mendengar bahwa Italia sudah menyatakan siap menarik pasukan mereka dari sana,” ujarnya.

Kementerian Pertahanan RI juga telah mengonfirmasi bahwa satu prajurit TNI telah gugur akibat serangan tersebut, di mana insiden itu terjadi dalam konteks bentrokan artileri antara pihak-pihak yang terlibat. Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, melaporkan bahwa selain korban jiwa, terdapat seorang prajurit yang mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan.

UNIFIL, yang bertugas mengawasi konflik di wilayah demarkasi Lebanon dan Israel, memiliki sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian dari berbagai negara, di mana 1.200 di antaranya adalah prajurit TNI.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya