Belasungkawa Iran atas Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon
MediaHub – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta baru-baru ini menyampaikan ucapan duka cita menyusul tewasnya seorang prajurit TNI yang bertugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL). Insiden ini terjadi di tengah ketegangan antara Israel dan Hizbullah.
Pernyataan resmi Kedubes Iran itu dirilis melalui media sosial pada Senin, 30 Maret, yang mencerminkan rasa simpatinya kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas kejadian tragis tersebut,” ungkap Kedubes Iran dalam pernyataannya. Mereka menambahkan, “Kami mengutuk tindakan ini dengan tegas dan menekankan bahwa menyerang penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional.”
Awalnya, berita mengenai tewasnya prajurit TNI tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, melalui akun media sosialnya. Ia menyatakan, “Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang mengakibatkan seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya juga mengalami luka serius dalam insiden yang sama.” Guterres pun menyampaikan harapan agar prajurit TNI yang terluka dapat segera pulih.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi adanya insiden tersebut di area penugasan UNIFIL Lebanon akibat meningkatnya situasi keamanan. Rico menjelaskan, “Terdapat korban dari prajurit TNI, satu orang meninggal dunia, dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang telah menerima perawatan medis.”
Selanjutnya, Rico menyatakan bahwa insiden ini terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi sedang dilakukan oleh UNIFIL. Ketegangan di Lebanon melonjak sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Milisi Hizbullah yang diduga mendapatkan dukungan dari Iran membalas serangan kepada Israel setelah tewasnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat tinggi pertahanan Iran lainnya dalam operasi yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
