Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR Terkait Polemik Ijazah Jokowi

16 Apr 2026 • 23:55 iMedia

Sejumlah aktivis nasionalis, Islam, dan purnawirawan TNI menggelar aksi bersama di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Aksi itu digelar untuk menyoroti polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari peringatan satu tahun kunjungan mereka ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kediaman Jokowi di Solo dengan agenda bertajuk “Bongkar Kasus Ijazah Palsu Jokowi”.

Budiman dari Barisan Krida Patriot yang tergabung dalam komunitas GAKSI (Gerakan Kebanggaan Selamatkan Indonesia) mengatakan pihaknya mendesak Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan dalam menjaga konstitusi dan memberantas korupsi.

“Karena yang sudah terjadi kita ketahui bersama mengenai ijazah mantan Presiden Jokowi itu, kami berkeyakinan ijazah Jokowi palsu sebelum dibuktikan kebenarannya oleh yang bersangkutan,” kata Budiman di sela aksi.

Ia menilai, jika persoalan ini tidak diselesaikan secara tegas, maka akan menjadi preseden buruk bagi generasi berikutnya.

Sementara itu, peserta aksi lainnya, Muhammad Ismeth, menilai penolakan terhadap CLS di Surakarta sebelumnya menjadi indikasi bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah. Ia juga menyebut Jokowi tidak kunjung menunjukkan dokumen pendidikan yang dipersoalkan.

“Karena begitu takutnya Jokowi menunjukan ijazahnya. Dan juga terbukti gaya menantangnya itu, mau menunjukan ijazahnya mulai dari SD, SMP, SMA dan S1 nya di pengadilan tidak terbukti. Padahal pengadilan itu berada di wilayah kediamannya. Dari sini kita bisa menyaksikan bahwa memang Jokowi itu jadi sumber masalah,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Mursalin juga menyinggung laporan terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) oleh Ketua GAMKI dan Pemuda Katolik terkait dugaan penistaan agama dalam ceramah di UGM.

Menurutnya, JK hadir di UGM dalam kapasitas sebagai tokoh yang ditugaskan negara untuk membantu mendamaikan konflik. Ia menilai polemik yang muncul tidak lepas dari pernyataan agar Jokowi menunjukkan ijazahnya jika memang asli.

“Karena kehadiran JK ke UGM itu karena dia sebagai seorang tokoh yang ditugaskan oleh negara untuk mendamaikan satu konflik, dan kenapa konflik ini susah diselesaikan. Karena memang ada dorongan-dorongan dari nilai agama. Nah, ini karena Ketua GAMKI dan para termul ini lagi sakit hati kepada JK yang mengatakan agar Jokowi tunjukan saja ijazahnya jika memang asli,” kata Mursalin.

Mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, yang turut hadir dalam aksi itu mengatakan massa menuntut Jokowi memperlihatkan ijazahnya. Ia menyebut persoalan tersebut sudah seharusnya diselesaikan.

“Saya dari kelompok GAKSI berpendapat, sebenarnya masalah ijazah Jokowi ini sudah gak perlu lagi didiskusikan. Karena diduga kuat atau dipastikan Jokowi ini tidak punya ijazah S1. Itu berdasarkan penelitian ilmiah Roy Suryo dan kawan-kawan,” kata Soenarko.

Ia juga menilai Jokowi telah menyiapkan pertahanan diri sejak awal masa kepemimpinannya sehingga mampu menghadapi pihak-pihak yang meminta kejelasan soal ijazah aslinya.

“Tapi karena memang Jokowi ini penipu, dan kebetulan dia sudah menyiapkan pertahanan diri sejak awal dia berkuasa. Sehingga dia begitu kuat untuk menolak atau melawan pihak-pihak yang menuntut ijazah aslinya,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya