Wamen Komdigi Soroti Bahaya Deepfake AI, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan

18 Apr 2026 • 04:15 iMedia

MEDIAHUB.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya pemberian watermark pada konten berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah penyebaran konten manipulatif, termasuk deepfake.

Menurut Nezar, tanda khusus pada konten AI diperlukan agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks dan disinformasi digital. Pemerintah juga disebut tengah berkolaborasi dengan perusahaan teknologi global untuk mendorong penerapan kebijakan tersebut.

Hal itu disampaikan Nezar di Yogyakarta usai membuka Workshop AI Talent Factory di Universitas Gadjah Mada. Ia mengingatkan bahwa teknologi generatif kini mampu membuat konten yang sangat realistis, mulai dari gambar hingga suara, sehingga sulit dibedakan dari yang asli.

“Generatif AI bisa menghasilkan foto yang sangat mirip, bahkan suara seseorang yang tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut dalam kenyataan, tapi muncul di ruang digital,” ujarnya, dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026).

Ia menegaskan watermark menjadi penting sebagai penanda bahwa sebuah konten merupakan hasil AI. “Di sinilah pentingnya pengembang dan pengguna AI untuk memberikan tanda atau watermark bahwa ini adalah produk AI,” kata Nezar.

Nezar juga menyoroti kelompok rentan, seperti orang tua dan lansia, yang belum sepenuhnya akrab dengan perkembangan teknologi digital. Tanpa penanda yang jelas, mereka berisiko lebih mudah mempercayai konten palsu yang beredar di media sosial.

“Kita tahu banyak orang tua yang kesulitan membedakan apakah informasi di dunia digital itu benar atau tidak,” ujarnya.

Terkait regulasi, Nezar menjelaskan bahwa PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas lebih difokuskan pada perlindungan anak di ruang digital. Aturan itu belum secara spesifik menyasar kelompok usia lanjut.

“PP Tunas memang didedikasikan untuk menciptakan lanskap digital yang sehat bagi anak-anak, jadi tidak menyasar yang tua-tua,” katanya.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital terus menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan teknologi global untuk mendukung implementasi kebijakan watermark pada konten AI. Sejumlah platform besar seperti Google, Meta, dan TikTok disebut merespons positif.

“Dialog terus berjalan dengan sejumlah tech companies, dan kami mengapresiasi respons kolaboratif mereka dalam mengadopsi aturan, termasuk pembatasan usia dan solusi teknologi konkret,” ujar Nezar.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya