Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR Terkait Polemik Ijazah Jokowi
MEDIAHUB.ID – Sejumlah aktivis nasionalis, Islam, dan purnawirawan TNI menggelar aksi bersama di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Aksi ini digelar untuk menyoroti polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari peringatan satu tahun kegiatan serupa yang sebelumnya dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kediaman Jokowi di Solo dengan agenda bertajuk “Bongkar Kasus Ijazah Palsu Jokowi”.
Budiman dari Barisan Krida Patriot yang tergabung dalam komunitas GAKSI (Gerakan Kebangsaan Selamatkan Indonesia) mengatakan pihaknya mendesak Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan dalam menjaga konstitusi dan memberantas korupsi.
“Karena yang sudah terjadi kita ketahui bersama mengenai ijazah mantan Presiden Jokowi itu, kami berkeyakinan ijazah Jokowi palsu sebelum dibuktikan kebenarannya oleh yang bersangkutan,” kata Budiman di sela aksi.
Ia menambahkan, persoalan tersebut dinilai dapat menjadi preseden buruk bagi generasi penerus bangsa apabila tidak segera ditangani secara tegas.
Peserta aksi lainnya, Muhammad Ismeth, menilai penolakan CLS di Surakarta pada hari sebelumnya menunjukkan Jokowi tidak memiliki ijazah. Ia juga menyebut Jokowi tidak pernah membuktikan keaslian ijazah yang dipersoalkan.
“Karena begitu takutnya Jokowi menunjukkan ijazahnya. Dan juga terbukti gaya menantangnya itu, mau menunjukkan ijazahnya mulai dari SD, SMP, SMA dan S1-nya di pengadilan tidak terbukti,” ujar Ismeth.
Sementara itu, Mursalin menyinggung laporan terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) oleh Ketua GAMKI dan Pemuda Katolik terkait dugaan penistaan agama saat ceramah di UGM. Menurutnya, kehadiran JK di UGM berkaitan dengan tugas kenegaraan untuk mendamaikan konflik.
“Karena kehadiran JK ke UGM itu karena dia sebagai seorang tokoh yang ditugaskan oleh negara untuk mendamaikan satu konflik,” kata Mursalin.
Mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko yang turut hadir dalam aksi tersebut mengatakan massa menuntut Jokowi menunjukkan ijazah aslinya. Ia menyebut persoalan itu sudah tidak perlu lagi diperdebatkan.
“Saya dari kelompok GAKSI berpendapat, sebenarnya masalah ijazah Jokowi ini sudah tidak perlu lagi didiskusikan. Karena diduga kuat atau dipastikan Jokowi ini tidak punya ijazah S1,” kata Soenarko.
Soenarko juga menilai Jokowi telah menyiapkan pertahanan diri sejak awal berkuasa sehingga dinilainya sulit ditekan oleh pihak-pihak yang meminta pembuktian ijazah asli.
Adapun aksi tersebut digelar di tengah terus berlanjutnya polemik publik mengenai keaslian ijazah Jokowi yang kembali memicu perdebatan di ruang publik.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
