Israel Hantam Pusat Petrokimia Iran, Ekspor Diperkirakan Terganggu
MEDIAHUB.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel dilaporkan menyerang fasilitas vital milik Iran. Sasaran terbaru adalah kompleks petrokimia terbesar Iran di South Pars, yang terletak di Asaluyeh, pada Senin (6/4/2026).
Serangan itu terjadi dua hari setelah Israel disebut menghantam Zona Khusus Petrokimia Mahshahr di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya. Kedua fasilitas tersebut merupakan tulang punggung industri petrokimia Iran dan berkontribusi besar terhadap ekspor nasional.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim serangan tersebut telah melumpuhkan operasional kedua kompleks itu. Ia menyebut fasilitas yang menjadi sasaran kini tidak lagi berfungsi dan menimbulkan dampak ekonomi besar bagi Iran.
“Ini merupakan pukulan ekonomi yang berat senilai puluhan miliar dolar bagi rezim Iran,” kata Katz dalam pernyataannya.
South Pars dikenal sebagai salah satu ladang gas terbesar di dunia dan menjadi pusat aktivitas industri energi Iran. Kompleks petrokimia di kawasan ini berperan penting dalam mengolah gas menjadi produk bernilai tinggi untuk ekspor.
Sementara itu, Mahshahr selama ini menjadi salah satu pusat utama distribusi dan pengolahan produk petrokimia Iran. Serangan ke dua lokasi strategis tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Israel yang kini tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi vital Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah infrastruktur industri dilaporkan menjadi sasaran serangan. Langkah ini dinilai bertujuan menekan kemampuan ekonomi dan logistik Teheran.
Pengamat menilai, serangan terhadap sektor petrokimia dapat memperdalam eskalasi konflik antara kedua negara. Selain berdampak langsung pada perekonomian Iran, gangguan di sektor ini juga berpotensi memengaruhi pasar energi global.
Hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai tingkat kerusakan di lapangan maupun kemungkinan adanya korban akibat serangan tersebut.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
