Jusuf Kalla Tegaskan Sedang Bantu Prabowo Soal Ekonomi, Bukan Bahas Ijazah Jokowi
MEDIAHUB.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa pertemuannya dengan sejumlah akademisi beberapa waktu lalu digunakan untuk membahas masukan kebijakan ekonomi bagi Presiden Prabowo Subianto, bukan persoalan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penegasan itu disampaikan JK untuk membantah tudingan yang menyebut dirinya mendanai Roy Suryo dan sejumlah pihak guna mempermasalahkan ijazah Jokowi. Ia mengatakan, pembicaraan yang berlangsung di kediamannya di Jakarta Pusat pada Minggu, 5 April 2026, sama sekali tidak menyinggung isu tersebut.
“Sama sekali tidak ada pembicaraan soal isu ijazah Jokowi. Ini kan terbuka, sebagian wartawan hadir. Itu hanya saran untuk kebijakan, dan itu untuk Bapak Presiden,” ujar JK.
JK menjelaskan, hasil diskusi dengan para akademisi itu disusun dalam beberapa halaman berisi masukan terkait ekonomi, diplomasi, pemerintah daerah, sistem pemerintahan, dan kondisi kebangsaan saat ini. Menurutnya, masukan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo.
Ia juga menegaskan tidak ada unsur partai politik dalam pertemuan itu. JK menyebut dirinya bertindak sebagai warga negara yang merasa perlu menyampaikan pandangan bersama para akademisi demi membantu pemerintah menghadapi situasi yang dinilai cukup kritis.
“Jadi ini terbuka dan memang niatnya untuk memberikan saran. Bukan niatnya untuk menjatuhkan atau apa, tidak sama sekali,” kata JK.
JK mengatakan, hasil diskusi itu tidak hanya ditujukan kepada Presiden Prabowo, tetapi juga kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto karena menyangkut isu ekonomi. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar Indonesia dapat mengantisipasi dampak krisis global, termasuk ketegangan perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“Karena apabila negara ini sulit, semua kena. Karena itu supaya tidak kena, maka diberikan saran bagaimana pendapat para ekonom, para praktisi, para profesional,” ujar JK.
Dengan demikian, JK menegaskan kembali bahwa aktivitas yang dilakukannya saat ini merupakan bagian dari upaya memberi masukan kepada pemerintah, bukan cawe-cawe dalam polemik ijazah Jokowi.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
