Trump Rencana Minta Dukungan Negara Arab untuk Perang Melawan Iran

01 Apr 2026 • 02:49 iMedia

MediaHub – Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan berniat meminta dukungan keuangan dari negara-negara Arab dalam upaya melawan Iran. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa gagasan ini sedang dipertimbangkan oleh Trump dan mungkin akan dibahas dalam waktu dekat.

“Saya merasa ini akan menjadi topik yang menarik bagi Presiden,” ujar Leavitt pada Senin (30/3) ketika ditanya oleh wartawan tentang kemungkinan negara-negara Arab membiayai perang AS, seperti yang terjadi pada Perang Teluk tahun 1990. “Saya tidak ingin mendahului apa pun, tetapi ini adalah ide yang saya tahu ada dalam pikirannya, dan tentu saja, Anda akan sering mendengarnya ke depannya,” tambahnya, merujuk pada laporan Al Jazeera.

AS sebelumnya memimpin koalisi internasional dalam Perang Teluk, di mana Irak menginvasi Kuwait atas permintaan Kuwait dan negara-negara Arab sekitarnya. Sebagai respons, para negara dan anggota koalisi, termasuk Jerman dan Jepang, berhasil mengumpulkan dana sebesar US$54 miliar (setara dengan US$134 miliar atau sekitar Rp2,2 kuadriliun saat ini) untuk mendukung keterlibatan AS dalam konflik tersebut.

Namun, situasi kini berbeda, di mana AS dan Israel berperan sebagai pihak agresor dalam konflik dengan Iran, tanpa adanya koordinasi dengan sekutu atau negara-negara Arab sebelumnya. Di awal bulan ini, Sean Hannity, seorang komentator sayap kanan yang dekat dengan Trump, menyatakan bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata dengan Iran harus mewajibkan Teheran untuk membayar biaya operasi militer AS.

“Mereka harus setuju untuk mengganti semua biaya operasi militer ini dengan minyak,” tegas Hannity. Sebaliknya, Iran juga menetapkan syarat bagi negosiasi dengan AS, meminta ganti rugi atas kerugian yang mereka alami selama konflik tersebut.

Iran menegaskan bahwa mereka adalah pihak yang diserang ketika sedang membahas isu nuklir dengan AS, menolak klaim bahwa mereka menjadi ancaman bagi AS atau kawasan Timur Tengah. Para pejabat AS baru-baru ini menginformasikan kepada anggota Kongres dalam pertemuan tertutup bahwa biaya perang melawan Iran telah mencapai US$11,3 miliar (sekitar Rp192 triliun) dalam enam hari pertama, dan lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan angka itu bisa meningkat menjadi US$16,5 miliar (sekitar Rp280 triliun) pada hari ke-12.

Belum lama ini, Gedung Putih juga mengajukan permintaan tambahan dana militer ke Kongres sebesar US$200 miliar (sekitar Rp3,3 kuadriliun) untuk operasi militer di Iran dan untuk mengisi kembali persediaan amunisi Pentagon.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya