Laporan PBB Sebut Penyiksaan Sistematis di Palestina
MediaHub – PBB kembali mengecam tindakan keras yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina. Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia (HAM) di Palestina, mengungkapkan bahwa Israel secara sistematis menyiksa warga Palestina yang ditahan. Dalam laporan terbarunya, Albanese menyoroti bahwa penyiksaan fisik dan psikologis yang dialami warga Palestina telah meningkat tajam sejak agresi Israel di Gaza dimulai.
Dalam laporannya yang dirilis pada Jumat (20/3), Albanese menegaskan bahwa sejak Oktober 2023, warga Palestina yang ditangkap menjadi target penyiksaan yang sangat brutal. Ia mencatat bahwa ia telah mengumpulkan lebih dari 300 kesaksian tertulis yang mendokumentasikan pelanggaran ini dalam laporan berjudul ‘Penyiksaan dan Genosida’.
Albanese mengungkapkan bahwa penangkapan warga Palestina di wilayah yang diduduki Israel mengalami lonjakan drastis. Sejak Oktober 2023, lebih dari 18.500 orang telah ditangkap, termasuk sekitar 1.500 anak-anak. Laporan tersebut mencatat bahwa sekitar 9.000 warga Palestina masih berada dalam tahanan, sementara lebih dari 4.000 lainnya dilaporkan hilang secara paksa.
Dalam laporannya, Albanese menyatakan bahwa sistem penahanan yang diterapkan Israel telah berubah menjadi rezim yang penuh dengan penghinaan, paksaan, dan teror yang meluas. Ia menyoroti bahwa penyiksaan dalam tahanan kini menjadi praktik yang umum sebagai balasan kolektif serta hukuman. Albanese menyebutkan bahwa bentuk penyiksaan ini mencakup pemukulan brutal, kekerasan seksual, dan perlakuan buruk yang mengancam jiwa.
“Penyiksaan telah menjadi bagian integral dari dominasi yang diterapkan terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak, baik di dalam tahanan maupun melalui serangkaian tindakan kekerasan yang tidak henti-hentinya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tindakan ini bertujuan untuk menimbulkan penderitaan jangka panjang di kalangan rakyat Palestina.
Albanese menekankan perlunya Israel untuk segera menghentikan semua bentuk penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap rakyat Palestina. Ia pun mendesak negara-negara di dunia untuk berupaya menghentikan penghancuran yang terus menerus berlangsung di Palestina, karena setiap penundaan hanya akan memperburuk situasi yang sudah sangat menyedihkan ini.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
