AS Siap Serang Iran, Ketegangan Semakin Memuncak

19 Feb 2026 • 02:20 iMedia

MediaHub – Amerika Serikat dilaporkan sedang mempersiapkan langkah serangan ke Iran, yang kemungkinan akan mulai akhir pekan ini. Beberapa sumber yang terkait dengan rencana tersebut mengungkapkan kepada CNN bahwa Gedung Putih telah menerima informasi mengenai hal ini, meskipun Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan resmi.

Salah satu sumber menyebutkan, “Dia menghabiskan banyak waktu untuk mempertimbangkan langkah ini.” Rencana serangan ini pertama kali diungkapkan oleh CBS News akhir pekan lalu. Sejak Januari, armada perang AS telah berkumpul di kawasan Timur Tengah sebagai respons terhadap potensi kekerasan yang dilontarkan oleh Iran terhadap para pengunjuk rasa, serta untuk menekan Teheran agar segera meraih kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Sejak terjadi protes besar pada 28 Desember, ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat. Demonstrasi tersebut mengakibatkan ribuan orang kehilangan nyawa. Awalnya, AS menggunakan situasi di Iran sebagai justifikasi untuk mengirim kapal induk ke kawasan tersebut, namun kemudian beralih fokus pada isu program nuklir Iran.

Pada 6 Februari lalu, kedua negara kembali melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir di Oman. Negosiasi yang telah memasuki putaran kedua pada 17 Februari itu masih belum menghasilkan kesepakatan yang signifikan.

Dalam konteks ini, AS terus memperkuat kehadirannya di Timur Tengah dengan pengiriman armada kapal induk. Pada 18 Februari, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan kemungkinan Iran akan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai posisinya dalam beberapa minggu mendatang, meskipun tidak menjelaskan apakah Trump akan menunda kemungkinan serangan.

Leavitt menambahkan, “Ada banyak alasan yang bisa diajukan untuk menyerang Iran.” Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran mengenai potensi konflik militer antara AS dan Iran semakin meningkat, terutama setelah kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di kawasan tersebut pada 26 Januari dan diikuti oleh pengiriman kapal induk kedua, USS Gerald Ford, yang direncanakan sampai pada akhir pekan ini.

Iran pun tidak tinggal diam, meluncurkan berbagai latihan militer di sekitar Selat Hormuz. Sementara itu, AS telah menempatkan pasukannya di berbagai lokasi untuk mengepung Iran dari segala sisi.

Trump menegaskan bahwa serangan ini akan menjadi yang terbesar bagi Iran jika tidak ada kesepakatan yang dicapai. Di sisi lain, Iran menyatakan tidak akan mundur dan siap berperang habis-habisan jika serangan terjadi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya