Spanyol Evakuasi Ratusan Penumpang Kapal Pesiar yang Terpapar Hantavirus

09 May 2026 • 02:09 iMedia

MEDIAHUB.ID – Otoritas Spanyol mengevakuasi ratusan penumpang kapal pesiar berbendera Belanda yang diduga terpapar hantavirus saat kapal tersebut menuju Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, di lepas pantai Afrika Barat.

Proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat untuk mencegah kontak dengan masyarakat umum. Setibanya di Tenerife, para penumpang akan dipindahkan ke area isolasi khusus sebelum diterbangkan ke negara masing-masing.

Kepala layanan darurat Spanyol, Virginia Barcones, mengatakan seluruh penumpang akan dibawa ke lokasi yang benar-benar terisolasi dan dijaga ketat. Pemerintah Spanyol juga menutup sementara area bandara yang dilalui penumpang untuk menghindari interaksi dengan publik.

Sejauh ini, wabah tersebut telah menewaskan tiga orang. Selain itu, lima penumpang yang sebelumnya turun dari kapal juga dipastikan terinfeksi hantavirus. Namun, operator kapal Oceanwide Expeditions menyatakan tidak ada penumpang maupun awak yang menunjukkan gejala di atas kapal saat ini.

Amerika Serikat dan Inggris telah menyiapkan pesawat khusus untuk mengevakuasi warga negaranya. Sebanyak 17 warga AS akan dibawa ke fasilitas karantina di University of Nebraska Medical Center, yang sebelumnya digunakan untuk menangani pasien Ebola dan kasus awal Covid-19.

“Kami siap menghadapi situasi seperti ini,” ujar CEO Nebraska Medicine, Dr Michael Ash.

Meski menimbulkan kekhawatiran internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penularan kepada masyarakat umum masih rendah. Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menegaskan kasus ini berbeda dengan pandemi Covid-19.

“Risikonya tetap sangat rendah. Ini bukan Covid baru,” kata Lindmeier.

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan tidak mudah menular antarmanusia. Namun, jenis virus Andes yang ditemukan dalam wabah di kapal tersebut diketahui dalam kasus langka dapat menular antarmanusia.

Gejala infeksi biasanya muncul dalam waktu satu hingga delapan minggu setelah paparan. Saat ini, otoritas kesehatan di berbagai negara tengah melakukan pelacakan kontak terhadap para penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi.

Lebih dari dua lusin penumpang dari sedikitnya 12 negara diketahui meninggalkan kapal tanpa pemeriksaan pelacakan kontak pada 24 April lalu. Kasus ini juga memicu kewaspadaan di sejumlah negara.

Seorang pramugari maskapai KLM yang sempat satu penerbangan dengan penumpang terinfeksi dinyatakan negatif setelah menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit Amsterdam.

Di Inggris, seorang warga negara yang berada di Pulau Tristan da Cunha diduga terinfeksi virus tersebut. Dua warga Inggris lainnya yang sebelumnya berada di kapal juga telah dipastikan positif dan kini dirawat di Belanda serta Afrika Selatan.

Sementara di Spanyol, seorang perempuan di Alicante sedang menjalani pemeriksaan setelah mengalami gejala yang mengarah pada hantavirus usai berada dalam penerbangan yang sama dengan salah satu korban meninggal.

Otoritas Spanyol menegaskan pemindahan penumpang dari kapal akan dilakukan secara bertahap menggunakan kapal kecil menuju bus khusus dengan pengawalan ketat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya