PM Baru Hungaria Siap Jalankan Perintah ICC untuk Tangkap Netanyahu

27 Apr 2026 • 22:20 iMedia

MEDIAHUB.ID – Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, menegaskan komitmennya untuk menjalankan surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap siapa pun yang berstatus buronan dan memasuki wilayah negaranya.

“Jika seseorang adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional dan orang yang dicari memasuki negara kita, maka mereka harus ditahan,” ujar Magyar kepada wartawan, dikutip AFP, Selasa, 21 April 2026.

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan atas undangan yang ia layangkan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk berkunjung ke Budapest tahun ini.

Netanyahu diketahui masuk dalam daftar buronan ICC sejak 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik di Gaza.

Magyar menegaskan, prinsip tersebut berlaku tanpa pengecualian bagi seluruh negara anggota ICC. “Saya tidak perlu menjelaskan semuanya secara rinci melalui telepon. Saya berasumsi bahwa setiap kepala negara dan pemerintahan sudah familiar dengan hukum-hukum ini,” lanjutnya.

Sikap Magyar menandai potensi perubahan arah kebijakan Hungaria yang sebelumnya dipimpin Viktor Orban. Pada masa Orban, Budapest sempat mengumumkan rencana keluar dari ICC usai pertemuan dengan Netanyahu, dengan proses penarikan yang dijadwalkan efektif pada 2 Juni 2026.

Meski demikian, Magyar menyatakan pemerintahannya akan menghentikan proses tersebut sebelum resmi keluar dari ICC.

Ia juga mengklarifikasi bahwa undangan kepada Netanyahu merupakan bagian dari undangan yang disampaikan kepada sejumlah kepala negara dalam rangka peringatan 70 tahun pemberontakan anti-Soviet Hungaria 1956.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya