Trump Ancam Iran dengan Konsekuensi Berat jika Selat Hormuz Tak Dibuka

06 Apr 2026 • 06:31 iMedia

MEDIAHUB.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Ancaman itu disampaikan setelah AS mengklaim berhasil menyelamatkan seorang pilot militernya yang sebelumnya ditembak jatuh di wilayah Iran.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan Iran diberi batas waktu hingga Selasa untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Jika tidak, ia memperingatkan akan ada konsekuensi besar yang harus ditanggung Teheran.

“Bukalah Selat itu… atau kalian akan hidup dalam neraka,” ujar Trump dalam unggahan di media sosial, dikutip dari Reuters, Senin, 6 April 2026.

Trump juga mengisyaratkan bahwa Selasa bisa menjadi momen penentuan, termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, seperti sektor energi dan transportasi. Pernyataan itu dinilai sangat agresif dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Di sisi lain, Trump juga memberi sinyal yang berbeda dalam wawancara terpisah. Ia menyebut Iran masih membuka jalur negosiasi dan peluang tercapainya kesepakatan tetap ada, bahkan dalam waktu dekat. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini membuat arah kebijakan AS sulit diprediksi.

Sikap keras Trump turut memicu reaksi dari Iran. Teheran mengecam ancaman tersebut dan menilai Presiden AS telah dipengaruhi kepentingan Israel. Iran menegaskan tekanan militer tidak akan membuat mereka mundur, justru berisiko memperluas konflik di kawasan.

Ketegangan ini terjadi di tengah dampak penutupan Selat Hormuz yang telah memicu kenaikan harga minyak dunia dan kekhawatiran terhadap krisis energi global.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya