Tentara Perdamaian Prancis Tewas di Lebanon, Macron Tuding Hizbullah

19 Apr 2026 • 17:54 iMedia

MEDIAHUB.ID – Seorang tentara penjaga perdamaian Prancis yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas dalam serangan bersenjata di لبنان selatan pada Sabtu, 18 April 2026.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan ada indikasi kuat yang mengarah pada keterlibatan Hizbullah dalam serangan tersebut.

“Semua indikasi menunjukkan bahwa tanggung jawab atas serangan ini terletak pada Hizbullah,” tulis Macron, seperti dikutip AFP, Minggu, 19 April 2026.

Serangan terjadi di dekat Desa Ghandouriyeh saat patroli UNIFIL menjalankan misi pembersihan bahan peledak dan membuka akses menuju pos yang sempat terisolasi akibat konflik.

Seorang prajurit dilaporkan tewas, sementara tiga lainnya luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi serius.

Korban tewas diidentifikasi sebagai Sersan Mayor Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17.

Macron menyampaikan duka mendalam atas kematian prajurit tersebut dan menyampaikan penghormatan kepada seluruh personel militer Prancis yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

“Bangsa ini memberikan penghormatan dan menyampaikan dukungan kepada keluarga para prajurit kita dan kepada seluruh personel militer kita yang terlibat dalam upaya perdamaian di Lebanon,” ujarnya.

Di sisi lain, Hizbullah membantah keras tuduhan itu. Kelompok yang didukung Iran tersebut meminta semua pihak tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan sebelum investigasi resmi dilakukan militer Lebanon.

Hizbullah juga menyinggung kecenderungan tudingan sepihak yang kerap muncul dalam setiap insiden di wilayah konflik.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku. Namun, ketegangan di lapangan masih tinggi dengan sejumlah insiden pelanggaran dilaporkan, termasuk operasi militer Israel di wilayah selatan Lebanon.

Pemerintah Lebanon telah membuka penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. Macron juga disebut telah berkomunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam guna memastikan kasus ini diusut tuntas serta menjamin keamanan pasukan UNIFIL yang bertugas menjaga stabilitas kawasan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya