Serangan Kapal di Selat Hormuz: Tindakan Garda Revolusi Iran

11 Mar 2026 • 15:19 iMedia

MediaHub – Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini meluncurkan serangan terhadap dua kapal yang melintasi Selat Hormuz, rute pelayaran strategis yang penting untuk perdagangan minyak global.

Kapal yang menjadi sasaran adalah Mayuree Naree, sebuah kapal pengangkut barang curah dari Thailand, dan Express Rome, kapal milik Israel yang mengibarkan bendera Liberia.

Dalam laporan yang dikutip oleh kantor berita ISNA, Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa kedua kapal tersebut terkena proyektil setelah mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran.

“Kapal Express Rome milik Israel dan kapal kontainer Mayuree Naree diserang oleh proyektil Iran setelah tidak mematuhi peringatan yang diberikan oleh IRGC,” demikian yang disampaikan dalam laporan AFP pada Rabu (11/3/2026).

Langkah Ketat Iran di Selat Hormuz

Serangan ini terjadi di tengah keputusan Iran untuk menutup Selat Hormuz terkait meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi, Alireza Tangsiri, menegaskan pentingnya izin dari Iran bagi setiap kapal yang ingin melintasi jalur tersebut.

Menurutnya, aturan ini diterapkan untuk mengontrol aktivitas pelayaran di kawasan yang kini menjadi titik panas konflik di Timur Tengah.

Proses Evakuasi Awak Kapal

Pemerintah Thailand pun merespons insiden ini dengan pernyataan resmi. Kementerian Transportasi Thailand mengungkapkan bahwa mayoritas awak kapal berhasil diselamatkan setelah mengalami kerusakan akibat serangan.

Dari total awak kapal, 20 orang dilaporkan selamat, sementara tiga lainnya masih hilang. Menurut laporan Reuters, para awak yang selamat menggunakan sekoci penyelamat sebelum dievakuasi oleh angkatan laut Oman.

Insiden ini menyebabkan ledakan di buritan kapal, yang kemudian menimbulkan kebakaran di ruang mesin, tempat di mana tiga awak kapal yang hilang sedang bekerja saat kejadian berlangsung.

Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat menyusul tindakan Iran yang memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas. Selat Hormuz adalah jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, sehingga setiap peristiwa di kawasan ini berpotensi mempengaruhi pasokan energi global.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya