Kritik Pedas Terhadap Penyaluran Makanan Bergizi di Desa Pengengat

10 Mar 2026 • 16:33 VIP

MediaHub – Lombok Tengah – Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk SDN Tempit di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Banyak yang merasa bahwa makanan yang telah disalurkan tidak mencerminkan standar gizi yang seharusnya.

Ahmadun Rialim, seorang tokoh pemuda dan Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMPRI) NTB, menyatakan keprihatinannya akan hal ini. Ia mengungkapkan, “Saya sudah memperhatikan beberapa kali, makanan yang diberikan ke sekolah sangat tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan serta kualitas gizinya.”

Lebih lanjut, Ahmadun, yang akrab disapa Madun, menambahkan bahwa niat baik Presiden Prabowo untuk memastikan gizi bagi generasi emas 2045 tampaknya terabaikan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi.

“Seharusnya uang yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih baik untuk anak-anak. Namun, ada oknum yang hanya mementingkan kepuasan mereka sendiri,” tegasnya. Dia juga merasa senang jika dana itu digunakan dengan bijak, terutama untuk menghidupi para petugas dapur dan pihak terkait lainnya.

Madun mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar pihak berwenang dapat meninjau ulang penyaluran makanan ini dan memastikan bahwa anak-anak tidak menjadi korban dari ketidakadilan ini. “Kami tidak ingin anak-anak yang seharusnya mendapatkan gizi yang baik justru menjadi objek eksploitasi,” tutupnya.

VIP
Jurnalis Independen

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya