Kembalinya Harimau ke Kazakhstan Setelah 70 Tahun Punah

08 Mar 2026 • 12:16 iMedia

MediaHub – Setelah lebih dari tujuh dekade hilang, harimau kembali akan melangkah di tanah Kazakhstan. Usaha restorasi ekosistem ini memberikan harapan bagi predator puncak untuk kembali ke habitat alaminya.

Tahun lalu, pemerintah Kazakhstan melakukan penanaman 37.000 bibit pohon dan stek di kawasan South Balkhash. Ini adalah bagian dari program konservasi ambisius yang bertujuan untuk mengembalikan harimau ke wilayah tersebut.

Menurut informasi dari Live Science, harimau Caspian terakhir kali terlihat di Kazakhstan pada akhir tahun 1940-an, akibat perburuan yang berlebihan, hilangnya habitat, dan menurunnya jumlah mangsa. Kini, Kazakhstan berkomitmen untuk memperkenalkan kembali spesies ini ke tempat yang menjadi rumahnya sebelumnya.

Sebagai langkah awal, dua harimau peliharaan, satu jantan dan satu betina, telah tiba di Kazakhstan dalam rangka proyek pembiakan dan pelepasan. Selain itu, negara ini juga berharap mendapatkan harimau liar pertama dari Rusia pada paruh pertama tahun 2026.

Untuk mendukung keberhasilan program pengembalian ini, harimau-harimau tersebut memerlukan ruang yang cukup luas. Di sinilah proyek penghijauan menjadi kunci. Menurut WWF Asia Tengah, upaya ini didukung oleh pemerintah Kazakhstan, WWF, dan Program Pembangunan PBB.

Penanaman pohon di kawasan South Balkhash bertujuan untuk memulihkan ekosistem di mana harimau pernah hidup. Total 37.000 bibit pohon ditambahkan pada 50.000 bibit yang sudah ditanam antara 2021 hingga 2024.

Hutan yang baru ditanam bukan hanya sekadar tanaman, namun berfungsi sebagai perlindungan, sumber air, dan makanan bagi mangsa harimau, seperti babi hutan dan rusa Bukhara. “Kami mulai melihat hewan liar mencari makan di lokasi yang telah dipulihkan, menandakan bahwa ekosistem mulai berfungsi kembali,” ungkap juru bicara WWF Asia Tengah.

Zona penanaman mencakup sekitar 4 kilometer dari garis pantai Danau Balkhash, yang merupakan danau terbesar di Asia Tengah. Jenis tanaman baru terdiri dari oleaster berdaun sempit, stek willow, dan bibit poplar turanga.

Dengan meningkatnya penanaman pohon, WWF Asia Tengah mengaitkan keberhasilan ini dengan pengalaman yang diperoleh staf serta teknik yang lebih baik. Namun, pemulihan ekosistem dan kecocokannya untuk harimau sangat bergantung pada iklim, kestabilan sumber daya air, dan pertumbuhan vegetasi.

Harimau Caspian dan Amur

Harimau yang sebelumnya menempati Kazakhstan adalah bagian dari populasi harimau Asia Tengah yang telah punah. Namun, harimau Amur dari Rusia dan China dapat menjadi alternatif yang cocok untuk diintroduksi kembali.

Sebuah studi yang terbit pada tahun 2009 menunjukkan bahwa harimau Caspian dan Amur memiliki hubungan genetik yang dekat. Dalam program reintroduksi ini, dua harimau Amur hasil penangkaran, Bodhana dan Kuma, akan disambut pada tahun 2024.

Walaupun kedua harimau tersebut tidak akan dilepaskan ke alam liar, diharapkan keturunan mereka dapat menjadi bagian dari populasi baru di Kazakhstan. Namun, sebagian besar populasi diharapkan akan berasal dari harimau liar yang diimpor dari Rusia, yang diantisipasi tiba dalam beberapa bulan mendatang.

Pengembalian harimau ke habitat aslinya bukanlah hal yang mudah. Upaya serupa di Rusia menunjukkan keberhasilan, meski ada tantangan seperti konflik dengan manusia. WWF Asia Tengah telah menyiapkan mekanisme untuk menangani potensi konflik ini, termasuk pembentukan tim khusus untuk memantau harimau yang dilepaskan.

Program ini juga bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk meningkatkan kesadaran tentang harimau dan cara berinteraksi secara aman. Dengan semua langkah ini, Kazakhstan berharap dapat menciptakan keseimbangan antara manusia dan predator.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya