DKI Jakarta Siapkan Respons Terhadap Cuaca Panas Menjelang Idul Fitri

18 Mar 2026 • 02:23 iMedia

MediaHub – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan tanggapan atas kekhawatiran masyarakat mengenai cuaca panas ekstrem yang melanda ibu kota. Sebagai persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan ada kecenderungan suhu tinggi berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Sebelum Idul Fitri, memang data BMKG mengindikasikan temperatur sangat tinggi,” ujar Pramono saat melakukan peninjauan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/3).

Meskipun cuaca menjelang hari raya cukup panas, Pramono menegaskan bahwa fenomena ini tidak akan berlangsung hingga puncak perayaan. Menurut laporan BMKG, cuaca di Jakarta diperkirakan akan berubah dan berpotensi membawa hujan pada saat Idul Fitri.

“Ada kemungkinan curah hujan sedang saat Idul Fitri,” tambah Pramono.

Menilik proyeksi curah hujan tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan untuk tidak melakukan intervensi cuaca dalam waktu dekat. Dengan kondisi yang diprediksikan mendukung, wacana rekayasa cuaca dianggap tidak lagi diperlukan.

“Jadi, Jakarta belum perlu melakukan hujan buatan,” tutup Pramono.

Pemeriksaan Kesehatan Sopir Mudik

Saat melakukan tinjauan, Pramono juga memeriksa kelayakan armada bus dan kesehatan fisik sopir yang akan bertugas selama mudik lebaran 2026.

“Saya memeriksa langsung kesehatan pengemudi dan juga melakukan tes narkoba. Laporan dari Kepala Dinas Perhubungan menunjukkan bahwa semua bus yang akan digunakan untuk mudik telah menjalani pemeriksaan,” jelas Pramono.

Dengan persiapan yang matang, Pramono optimis bahwa momen mudik tahun ini dapat berlangsung lancar bagi warga.

Antisipasi Arus Balik

Pramono juga menyadari potensi kepadatan pada arus balik dan mengingatkan pemudik untuk merencanakan waktu pulang secara bijaksana. Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan layanan angkutan yang tersedia.

“Kami meminta warga yang kembali ke Jakarta untuk tidak semua bertumpuk pada saat yang sama,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat meningkat, sehingga jumlah armada bus juga ditambah. “Total penumpang pada program mudik dan balik gratis tahun ini mencapai 35.012 orang,” ungkapnya.

Operasi Yustisi Tidak Dilaksanakan

Pramono juga mengonfirmasi bahwa tidak akan ada operasi yustisi pasca Lebaran. Ia menegaskan pentingnya keahlian bagi pendatang baru agar dapat bertahan hidup di Jakarta.

“Kami tidak melarang kedatangan, tetapi harus ada kemampuan relevan untuk bersaing di ibu kota,” jelasnya. Ia menekankan bahwa kehidupan di Jakarta tidak semudah yang dibayangkan banyak perantau.

“Kehidupan di Jakarta butuh kerja keras. Kami sudah memutuskan untuk tidak ada operasi yustisi. Jakarta terbuka untuk siapa saja yang siap menghadapi tantangan,” tutup Pramono.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya