Iran Ingin Akhiri Perang dengan Amerika Serikat Secara Bermartabat

20 Apr 2026 • 03:37 iMedia

MEDIAHUB.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya berupaya mengakhiri perang dengan Amerika Serikat secara bermartabat.

Dalam pidato saat mengunjungi Kementerian Olahraga dan Pemuda di Teheran pada Minggu, 19 April 2026, Pezeshkian menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait hak nuklir Iran.

“Trump mengatakan Iran seharusnya tidak menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran,” kata Pezeshkian, seperti dilaporkan kantor berita ISNA.

Ia juga meminta rakyat Iran tetap bersatu menghadapi tekanan eksternal. Menurutnya, Iran tidak boleh digambarkan sebagai pihak yang memicu konflik, melainkan negara yang tengah mempertahankan diri dari ancaman.

“Iran harus mengelola suasana saat ini sedemikian rupa sehingga tidak menggambarkan kita sebagai penghasut perang, karena kita sedang membela diri,” ujarnya.

Ketegangan antara kedua negara bermula pada 28 Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta negara-negara di kawasan yang menampung aset militer AS.

Situasi sempat mereda sejak 8 April setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan. Di sisi lain, upaya diplomatik masih terus berlangsung, termasuk pembicaraan antara Washington dan Teheran di Pakistan untuk mencari jalan menuju perdamaian yang lebih permanen.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya