Erdogan Tegaskan Tindakan Tegas Terhadap Pelanggaran Udara Turki
MediaHub – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menunjukkan sikap tegasnya setelah rudal dari Iran melanggar wilayah udara negara tersebut. Kejadian ini terjadi pada hari yang sama ketika Erdogan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezehskian.
Dalam pembicaraan tersebut, Erdogan menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap wilayah udara Turki tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. “Turki akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan,” ungkapnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Panggilan telepon ini dilakukan atas permintaan Pezeshkian, dan berlangsung setelah Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi bahwa NATO berhasil mencegat rudal Iran yang memasuki kawasan udara Turki. Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan, rudal balistik itu diluncurkan dari Iran dan telah memasuki wilayah yang dinetralisir oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO di Mediterania.
Kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada 4 Maret, pasukan NATO juga mencegat rudal yang hendak memasuki langit Turki. Ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
Kepala komunikasi kepresidenan Iran, Burhanettin Dureen, menyatakan bahwa Iran tidak akan segan untuk melindungi wilayah udara dan keselamatan nasionalnya dengan kekuatan militer. Dureen juga memperingatkan agar semua pihak, terutama Iran, untuk menghindari tindakan yang bisa mengancam keamanan regional dan membahayakan warga sipil.
Rudal Iran tersebut diluncurkan sebagai respons terhadap serangan yang ditujukan ke aset militer AS di Timur Tengah, khususnya yang berada di Turki. Bagi Iran, tindakan ini dianggap sebagai langkah balasan atas serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
