Erdogan Serang Israel: ‘Jaringan Haus Darah’ Targetkan Sekolah dan Rumah Sakit
MediaHub – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kembali menyuarakan kritik tajam terhadap tindakan Israel, menyebut negara tersebut sebagai “jaringan haus darah”. Dalam pernyataannya, ia mengklaim bahwa Israel terus menerus menargetkan sekolah dan rumah sakit di Iran dan Lebanon, mirip dengan serangan yang terjadi di Jalur Gaza.
Dalam acara buka puasa bersama yang diadakan di Fakultas Kedokteran Universitas Istanbul, Erdogan menyatakan, “Jaringan haus darah terus menyerang sekolah dan rumah sakit di Iran dan Lebanon, persis seperti yang mereka lakukan di Gaza,” ujarnya pada hari Sabtu (14/3).
Dengan latar belakang meningkatnya ketegangan di kawasan, Erdogan menegaskan posisi Turki sebagai pendukung akal sehat dan diplomasi. “Menghadapi situasi yang gila ini, Turki berada di garda terdepan dalam membela kemanusiaan, membela logika, dan mencari solusi krisis melalui dialog,” tambahnya.
Erdogan juga menyoroti isu kemanusiaan yang menyedihkan, mengungkapkan bahwa dunia telah melihat momen-momen mengerikan di mana hidup manusia telah menjadi tidak berharga. Ia mencatat bahwa selama konflik di Gaza, sekitar 1.700 tenaga medis, termasuk dokter dan perawat, menjadi korban dalam serangan brutal tersebut.
Konflik di Timur Tengah telah mencapai titik kritis setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari yang lalu, yang mengakibatkan lebih dari 1.200 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Salah satu insiden paling mengerikan terjadi ketika sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Iran diserang, mengakibatkan lebih dari 150 anak kehilangan nyawa.
Sebagai respon, Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal ke arah Israel serta negara-negara tetangga yang mendukung keberadaan militer AS.
Menyikapi krisis ini, Erdogan menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Turki tidak dipengaruhi semata-mata oleh kepentingan geopolitik atau ekonomi. “Kami akan mempertahankan sikap kemanusiaan. Kami tidak melihat peristiwa melalui nilai minyak, emas, gas alam, atau mineral, melainkan melalui lensa keadilan, kasih sayang, dan martabat manusia,” pungkas Erdogan.
Menutup pernyataannya, Erdogan mengutip Surah Al-Ma’idah ayat 32 dari Al-Quran, yang menekankan nilai menyelamatkan nyawa manusia dan berkata, “Biarkan rakyat hidup, agar negara dapat hidup.”
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
