AS Klaim Mulai Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Iran Bantah Ada Kapal AS Melintas

12 Apr 2026 • 08:16 iMedia

MEDIAHUB.ID – Amerika Serikat mengklaim telah memulai pembersihan Selat Hormuz dari ranjau agar jalur tersebut aman dilalui kapal tanker dan kapal dagang. Namun, Iran membantah ada kapal Angkatan Laut AS yang melintasi selat itu, apalagi melakukan operasi pembersihan ranjau.

Presiden AS Donald Trump mengatakan militer negaranya sedang membersihkan Selat Hormuz sebagai bentuk bantuan bagi negara-negara yang dinilainya tidak berani melakukan hal serupa. Trump juga menyebut masih ada rute alternatif bagi kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut.

"Kami sekarang memulai proses pembersihan Selat Hormuz sebagai bentuk bantuan kepada negara-negara di seluruh dunia, termasuk China, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Jerman, dan banyak lainnya. Luar biasanya, mereka tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri," tulis Trump di akun Truth Social.

Sebelumnya, portal berita Axios yang mengutip seorang sumber pejabat AS melaporkan sejumlah kapal Angkatan Laut AS telah melintasi Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan Iran, di tengah perundingan damai AS-Iran di Islamabad, Pakistan.

Namun, sumber di komando militer tinggi Iran membantah laporan tersebut. Stasiun televisi pemerintah IRIB menyebut pemberitaan Axios keliru.

Kantor berita Fars juga melaporkan, angkatan bersenjata Iran mendeteksi pergerakan kapal destroyer Angkatan Laut AS yang disebut berangkat dari pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, menuju Selat Hormuz.

Menurut laporan itu, pergerakan kapal AS sempat disampaikan kepada delegasi Iran di Islamabad, lalu diteruskan kepada pihak AS melalui perantara Pakistan. Pejabat Iran bahkan disebut memberikan peringatan bahwa kapal tersebut akan menjadi sasaran serangan dalam waktu 30 menit jika tetap melanjutkan pelayaran.

Fars menyebut ancaman itu berdampak pada negosiasi AS-Iran dan membuat kapal tersebut akhirnya membatalkan pelayarannya.

Perkembangan ini menambah ketegangan di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, terutama di tengah situasi politik dan keamanan yang masih sensitif di kawasan Teluk.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya