Apa Itu Love Scamming? Kenali Ciri-Ciri Penipuan Berkedok Asmara
MEDIAHUB.ID – Aparat kepolisian bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengungkap jaringan penipuan berkedok asmara atau love scamming yang dikendalikan dari dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kotabumi, Lampung. Kasus ini terungkap setelah petugas menemukan ratusan telepon seluler di dalam rutan.
Mengutip akun Instagram @humas_poldalampung, sebanyak 137 tahanan diduga terlibat dalam sindikat love scamming yang beroperasi secara terorganisir. Para pelaku disebut membuat akun media sosial palsu dengan menyamar sebagai anggota TNI atau Polri, lalu menjalin hubungan asmara dengan korban.
Setelah korban terpancing, pelaku diduga membujuk mereka melakukan panggilan video bermuatan tidak senonoh. Rekaman itu kemudian digunakan untuk memeras korban. Para tahanan yang terindikasi terlibat kini dipindahkan ke Rutan Kelas IA Bandar Lampung untuk memudahkan proses penyidikan.
Apa itu love scamming?
Melansir laman Pusiknas Bareskrim Polri, love scamming atau romance scam adalah penipuan berkedok asmara. Dalam modus ini, pelaku membangun kedekatan emosional dengan korban melalui kata-kata cinta, perhatian, dan janji hubungan romantis yang serius.
Tujuan utamanya adalah memanipulasi korban agar bersedia mengirim uang atau memenuhi permintaan lain yang menguntungkan pelaku. Biasanya, penipuan dimulai dari seseorang yang berpura-pura tertarik atau jatuh cinta, lalu perlahan menciptakan ikatan emosional.
Pelaku juga kerap menggunakan foto menarik dan profil palsu untuk meyakinkan calon korban. Tak hanya merugikan secara finansial, love scamming juga bisa berdampak pada kondisi emosional korban. Setelah menyadari telah ditipu, korban kerap merasa terluka, malu, dan kehilangan kepercayaan kepada orang lain.
Ciri-ciri love scamming yang perlu diwaspadai
1. Pendekatan dilakukan secara online melalui media sosial, aplikasi kencan, atau layanan pesan singkat.
2. Proses pendekatan berlangsung sangat cepat, termasuk pengakuan cinta dalam waktu singkat.
3. Menggunakan profil palsu, foto menarik, dan identitas yang terlihat meyakinkan.
4. Sering mengaku memiliki status sosial tinggi, seperti pengusaha sukses atau anggota aparat.
5. Cenderung meminta percakapan pribadi dan berusaha membawa hubungan ke arah yang lebih intim.
Dengan mengenali pola-pola tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok asmara yang semakin beragam di ruang digital.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
