Trump Gandeng GM dan Ford untuk Produksi Senjata Militer, AS Perkuat Basis Industri Pertahanan
MEDIAHUB.ID – Pemerintah Amerika Serikat disebut melibatkan sejumlah perusahaan otomotif besar, termasuk General Motors dan Ford, untuk memproduksi perlengkapan militer guna memperkuat basis industri pertahanan nasional.
Langkah ini diambil untuk mengisi kembali persediaan senjata yang menipis akibat berbagai konflik internasional sejak 2022. Presiden Donald Trump juga mengusulkan kenaikan anggaran militer sebesar 500 miliar dolar AS untuk mendukung perluasan produksi alutsista.
Mengutip laporan Wall Street Journal, pembahasan awal mengenai rencana tersebut sudah dimulai sebelum pecahnya perang di Iran. Pemerintahan Trump ingin produsen mobil dan perusahaan manufaktur Amerika lainnya mengambil peran lebih besar dalam produksi alutsista.
Sejumlah pejabat pertahanan menilai produsen kendaraan komersial bisa membantu kontraktor pertahanan tradisional melalui proses transisi kerja yang lebih cepat. Selain Ford dan GM, GE Aerospace serta produsen kendaraan Oshkosh juga ikut masuk dalam daftar perusahaan yang dibicarakan.
Seorang pejabat Pentagon menegaskan langkah ini merupakan strategi penting untuk menjaga stabilitas militer Amerika Serikat. “Departemen Pertahanan berkomitmen untuk memperluas basis industri pertahanan dengan cepat dengan memanfaatkan semua solusi dan teknologi komersial yang tersedia untuk memastikan para prajurit dapat mempertahankan keunggulan yang menentukan,” ujarnya, dikutip Jumat (17/4/2026).
Rencana ini muncul setelah Amerika Serikat menyalurkan stok senjata senilai miliaran dolar untuk mendukung berbagai konflik internasional sejak 2022. Persediaan artileri, amunisi, hingga rudal anti-tank dilaporkan menurun tajam sehingga perlu segera diisi ulang.
Trump disebut meminta tambahan anggaran 500 miliar dolar AS, sehingga total anggaran yang dia ajukan mencapai 1,5 triliun dolar AS untuk kebutuhan perang dan pertahanan.
Hingga kini, General Motors, Ford, GE Aerospace, dan Oshkosh belum memberikan tanggapan resmi terkait kemungkinan keterlibatan mereka dalam produksi alat perang tersebut.
Meski demikian, sinyal keterlibatan industri otomotif dalam sektor militer menunjukkan keseriusan pemerintah Amerika Serikat dalam memperkuat pertahanan nasionalnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
