MEDIAHUB.ID – Toyota dan BMW bekerja sama menguji bahan bakar terbarukan Nexa 95 yang diklaim mampu menekan emisi hingga 70 persen dibanding bensin konvensional. Uji coba ini dilakukan bersama Repsol dan Bosch di Spanyol, dengan jadwal pelaksanaan dimulai pada pertengahan 2026.
Program tersebut hadir di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil Eropa, pangsa pasar mobil listrik di kawasan Uni Eropa, EFTA, dan Inggris mencapai 23,3 persen pada Mei 2026, naik dari 17,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Meski begitu, Toyota dan BMW melihat bahan bakar terbarukan sebagai solusi praktis untuk mendukung transisi energi. Salah satu keunggulannya, bahan bakar ini dapat langsung digunakan pada mesin bensin tanpa perlu modifikasi.
Berbeda dengan e-fuel yang diproduksi dari karbon dioksida atau karbon monoksida hasil tangkapan lalu dikombinasikan dengan hidrogen, bensin terbarukan berasal dari limbah organik. Repsol menjelaskan bahwa karbon dioksida yang dilepaskan saat pembakaran setara dengan karbon yang sebelumnya diserap bahan organik selama proses hidupnya, sehingga siklus karbon menjadi lebih seimbang.
Pengujian di Spanyol ini dinilai berpotensi berdampak lebih luas ke seluruh Uni Eropa. Apalagi, regulasi baru yang berlaku pada 2035 masih membuka peluang penjualan mobil bermesin bensin selama menggunakan bahan bakar berkelanjutan atau material rendah karbon.
Dengan skema itu, bensin terbarukan bisa menjadi jalan tengah bagi produsen otomotif yang masih ingin mempertahankan mesin pembakaran internal sambil menekan emisi. Toyota dan BMW menilai pendekatan ini dapat menjadi solusi jangka menengah di tengah transisi menuju kendaraan rendah emisi.
Di sisi lain, aturan Uni Eropa juga menuntut pengurangan emisi knalpot hingga 90 persen dibandingkan level 2021. Karena itu, kendaraan listrik tetap diperkirakan menjadi tulang punggung strategi, sementara bahan bakar terbarukan dapat menjadi opsi tambahan agar target transisi lebih realistis.



