Longsor di Bukik Malalo Tutup Aliran Sungai, Warga Tanah Datar Khawatir Banjir Bandang
MEDIAHUB.ID – Longsor yang terjadi di kawasan Bukik Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, beberapa hari lalu, menutup aliran Sungai Banda Kulo yang bermuara di Muaro Samuik, Nagari Padang Laweh.
Material longsor menimbun aliran sungai dengan ketinggian mencapai sekitar 15 meter. Kondisi itu menyebabkan terbentuknya genangan air di sekitar titik longsoran dan memunculkan potensi banjir bandang.
Warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai, khususnya di wilayah Muaro Samuik, kini dihantui kekhawatiran akan bencana susulan. Mereka masih mengingat peristiwa banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa bulan lalu.
Sejumlah warga berupaya membersihkan material longsor menggunakan peralatan seadanya. Namun, mereka berharap pemerintah segera menurunkan alat berat agar normalisasi aliran sungai bisa dipercepat.
Warga khawatir jika aliran air tetap tersumbat, genangan tersebut dapat jebol sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan permukiman di hilir.
Menindaklanjuti laporan warga, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar langsung merespons dengan berkoordinasi untuk penanganan di lokasi. Pemerintah juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar muara sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta menjauhi aliran sungai dan segera mengungsi ke tempat aman apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Hari ini alat berat dari BKSDA provinsi akan diturunkan. Kami tidak hentinya mengimbau warga yang tinggal di bawah agar waspada dan segera mengungsi ketika hujan lebat untuk menjauhi badan sungai,” ujar Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kamis (16/4/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir bandang sebelum material longsor berhasil dibersihkan secara menyeluruh.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
