Tiongkok dan Vietnam Dorong Solidaritas ASEAN di Tengah Dinamika Global

16 Apr 2026 • 14:48 iMedia

MEDIAHUB.ID – Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk membangun komunitas masa depan bersama yang lebih erat. Pernyataan itu disampaikan saat bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam sekaligus Presiden Vietnam, Su Lin, pada 15 April.

Xi menyoroti bahwa tahun ini menandai lima tahun hubungan kemitraan strategis komprehensif antara Tiongkok dan ASEAN. Dalam situasi internasional yang penuh ketidakpastian, kerja sama kedua pihak dinilai memiliki nilai strategis yang semakin kuat.

Hubungan Tiongkok dan ASEAN disebut memiliki landasan yang kokoh, baik dari sisi kedekatan geografis, budaya, maupun kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan, mendorong pembangunan, dan menolak tekanan sepihak dari pihak luar.

Kunjungan luar negeri pertama Su Lin ke Tiongkok setelah dilantik juga dinilai mencerminkan prioritas hubungan Vietnam dengan Tiongkok. Langkah itu disebut sebagai kelanjutan dari kunjungan Presiden Xi ke Vietnam pada tahun lalu dan menunjukkan pentingnya hubungan kedua negara dalam kebijakan luar negeri masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Xi menekankan bahwa mempertahankan sistem sosialisme dan kepemimpinan partai merupakan kepentingan strategis utama bagi Tiongkok dan Vietnam. Kesamaan arah pembangunan ini disebut menjadi dasar kuat bagi hubungan bilateral kedua negara.

Di tengah menguatnya unilateralisme, proteksionisme, dan ketegangan geopolitik di kawasan Asia-Pasifik, Tiongkok dan ASEAN disebut perlu menjaga persatuan untuk menghadapi tantangan bersama. Isu-isu seperti perubahan iklim, kesehatan masyarakat, kejahatan lintas batas, dan ketahanan pangan juga menjadi perhatian bersama.

Secara ekonomi, hubungan Tiongkok-ASEAN terus menunjukkan penguatan. Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN sejak 2009, sementara ASEAN menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok sejak 2020. Pada 2024, nilai perdagangan kedua pihak kembali mencatat rekor baru.

Kerja sama juga terus meluas ke berbagai bidang, mulai dari kereta api lintas batas, pelabuhan pintar, ekonomi digital, hingga energi hijau. Kehadiran Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) turut memperdalam integrasi ekonomi kawasan.

Di bidang sosial dan budaya, peluncuran Tahun Kerja Sama Pariwisata Tiongkok-Vietnam 2026–2027 disebut menjadi langkah awal yang positif. Program serupa di bidang kepemudaan, media, dan pertukaran budaya juga dinilai penting untuk memperkuat hubungan jangka panjang antar masyarakat.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 miliar jiwa dan porsi ekonomi yang mencapai hampir sepertiga ekonomi global, kerja sama Tiongkok dan ASEAN dipandang memiliki pengaruh besar dalam menjaga multilateralisme dan perdagangan bebas di kawasan maupun dunia.

Dalam lebih dari tiga dekade terakhir, hubungan Tiongkok-ASEAN telah berkembang dari mitra dialog menjadi mitra strategis komprehensif. Perkembangan itu dinilai mencerminkan satu hal penting, yakni persatuan membawa manfaat bagi pertumbuhan bersama di tengah perubahan global yang terus berlangsung.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya