Lansia Kaya Raya di Tiongkok Meninggal, Istri Muda Dapat Warisan Rp731 Miliar
MEDIAHUB.ID – Seorang lansia kaya raya di Tiongkok meninggal dunia dan meninggalkan harta sekitar 300 juta yuan atau setara Rp731 miliar kepada istri mudanya. Keputusan itu memicu kemarahan keluarga mantan istrinya.
Pria bermarga Hou, warga Pulau Hainan, Tiongkok selatan, meninggal setelah lama menderita penyakit kronis. Harta tersebut diwariskan kepada istrinya, Liyuan, yang usianya 28 tahun lebih muda darinya.
Menurut laporan The Star, Liyuan yang kini berusia 33 tahun mengaku telah bersama Hou sejak dirinya berusia 21 tahun. Keduanya menikah 10 tahun lalu dan memiliki seorang putra berusia lima tahun.
Pada November lalu, pasangan itu sempat mengumumkan di media sosial bahwa Hou didiagnosis mengidap kanker paru-paru stadium akhir. Pernyataan tersebut memicu banyak komentar yang meragukan kesetiaan Liyuan saat suaminya sakit.
Namun, Liyuan menegaskan bahwa kondisi yang dihadapi suaminya adalah ujian yang harus mereka lewati bersama. Dalam sebuah video, ia mengatakan bahwa suaminya telah membimbingnya menjadi pribadi yang lebih dewasa dan memberikan kasih sayang terbaik yang pernah ia terima.
Selama menjalani pengobatan, Liyuan disebut tetap mendampingi Hou, termasuk saat menjalani lima kali kemoterapi dan sejumlah perawatan lainnya.
Liyuan mengaku pertama kali bertemu Hou saat bekerja di perusahaan logistik miliknya. Berasal dari keluarga sederhana, ia sempat ragu menjalin hubungan karena perbedaan usia yang cukup jauh. Namun, ia menyebut Hou banyak membantu membuka wawasan dan memperluas jejaringnya.
Saat menikah, Hou meminta Liyuan menandatangani perjanjian pranikah karena dua anaknya dari mantan istri khawatir terhadap pembagian warisan. Setelah didiagnosis sakit, Hou disebut memindahkan seluruh kekayaannya kepada Liyuan untuk menjamin masa depan istri dan anak bungsunya.
Keputusan itu dilaporkan ditentang keras oleh mantan istri dan anak-anak Hou. Sementara itu, Liyuan menegaskan bahwa semua keputusan diambil oleh sang suami dan hubungan mereka didasarkan pada cinta, bukan harta.
Peristiwa ini juga memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mendukung anak-anak dari mantan istri, sementara lainnya menilai wajar jika harta diberikan kepada orang yang merawat seseorang hingga akhir hayatnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
