Haris Pertama Nilai Pernyataan Ubedilah Soal Prabowo-Gibran Menyesatkan Publik

13 Apr 2026 • 17:32 iMedia

MEDIAHUB.ID – Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menanggapi pernyataan akademisi Ubedilah Badrun yang menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai beban bangsa.

Menurut Haris, pandangan tersebut sarat muatan politis dan dibungkus seolah-olah sebagai pandangan akademik. Ia mengingatkan agar opini politik tidak dikemas sebagai analisis ilmiah tanpa dasar yang memadai.

“Jangan bungkus opini politis dengan jubah akademisi. Publik bisa membedakan mana kritik berbasis kajian, mana sekadar retorika,” kata Haris dalam keterangannya, Minggu, 12 April 2026.

Ia menilai pernyataan yang menyebut pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai beban bangsa merupakan generalisasi berlebihan dan tidak menunjukkan kedalaman analisis ilmiah. Menurut dia, kritik sah disampaikan, tetapi harus memiliki data dan kerangka analisis yang utuh agar tidak menyesatkan opini publik.

Haris juga menyoroti wacana pemakzulan yang ikut disampaikan. Ia menegaskan, pemakzulan merupakan mekanisme serius dalam sistem ketatanegaraan dan tidak bisa didorong oleh opini sepihak atau framing emosional.

“Harus ada landasan hukum dan bukti yang jelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haris mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional, terlebih jika dikaitkan dengan gerakan sosial untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Ia menilai, peran akademisi seharusnya menjadi penjernih dalam dinamika politik, bukan justru memperkeruh suasana dengan narasi yang tidak konstruktif. Akademisi, kata dia, semestinya menjadi rujukan moral dan intelektual publik.

Di sisi lain, Haris menilai pemerintah saat ini tengah berupaya menjalankan agenda pembangunan dan menjaga stabilitas di tengah tantangan global yang kompleks. Karena itu, kritik sebaiknya disampaikan secara konstruktif dan solutif.

Sebelumnya, dalam video yang dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Ubedilah menyebut pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai beban bagi bangsa Indonesia dan menilai pemerintahan itu harus segera mengakhiri kekuasaannya. Ia juga menyebut adanya cacat konstitusional dalam proses pemilihan presiden serta menilai situasi ekonomi, demokrasi, dan penegakan hak asasi manusia semakin memburuk.

“Secara argumentatif saya meyakini bahwa Prabowo-Gibran adalah beban buat bangsa ini,” kata Ubedilah.

Sumber: RMOL

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya