Rugi Besar, AS Dikabarkan Desak Gencatan Senjata dengan Iran

06 Apr 2026 • 18:32 iMedia

MEDIAHUB.ID – Amerika Serikat dilaporkan mulai mendorong gencatan senjata dengan Iran di tengah besarnya kerugian yang ditanggung militer AS sejak melancarkan serangan bersama Israel.

Padahal, Washington dan Tel Aviv sebelumnya memperkirakan operasi terhadap Iran akan berlangsung singkat, hanya dalam hitungan hari hingga tiga pekan. Namun hingga memasuki bulan kedua, Iran disebut belum menyerah dan konflik terus menyedot biaya besar.

Sejumlah laporan media Amerika Serikat dan Prancis, yang diperkuat analisis lembaga riset, menunjukkan meningkatnya beban yang harus ditanggung Washington. Selain biaya operasi yang mencapai puluhan miliar dolar, AS juga disebut mengalami kerugian material berupa pesawat dan peralatan militer.

Majalah Prancis L’Express melaporkan hancurnya pesawat pengintai canggih AWACS milik Amerika dalam serangan Iran yang menargetkan Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi pada akhir Maret. Nilai pesawat itu diperkirakan mendekati 500 juta dolar AS.

Kerugian tersebut bukan satu-satunya. The Atlantic melaporkan Angkatan Udara AS kehilangan sejumlah pesawat penting dalam beberapa hari terakhir, termasuk jet tempur dan pesawat pendukung logistik.

Amerika Serikat disebut kehilangan empat jet tempur F-15E Strike Eagle, tiga di antaranya akibat insiden tembakan kawan sendiri pada awal konflik dan satu lainnya ditembak jatuh oleh Iran. Nilai tiap pesawat diperkirakan sekitar 90 juta dolar AS.

Sedikitnya empat pesawat pengisian bahan bakar KC-135 juga dilaporkan tak bisa beroperasi. Satu di antaranya jatuh akibat tabrakan di udara yang menewaskan seluruh awak, sedangkan lainnya rusak akibat serangan rudal Iran. Setiap unit pesawat ini bernilai sekitar 80 juta dolar AS.

Pesawat peringatan dini E-3 Sentry yang hancur dalam serangan itu diperkirakan membutuhkan biaya hingga 1 miliar dolar AS untuk penggantiannya. Laporan The Atlantic menyoroti ketimpangan biaya dalam konflik ini, ketika AS harus menghadapi drone Iran yang bernilai puluhan ribu dolar AS dengan rudal pencegat canggih seharga 3 hingga 5 juta dolar AS per unit.

Dari sisi finansial, L’Express memperkirakan total biaya perang telah mencapai 20 hingga 28 miliar dolar AS dalam beberapa pekan. Sementara itu, Kongres AS menyebut pengeluaran harian sempat menembus 1 miliar dolar AS sebelum turun menjadi sekitar 500 juta dolar AS seiring melambatnya operasi.

The Daily Pennsylvanian mengutip model anggaran dari Universitas Pennsylvania yang memperkirakan total biaya dapat mencapai 27 hingga 28 miliar dolar AS, bahkan berpotensi naik hingga 47 miliar dolar AS pada akhir April.

Biaya tambahan juga muncul dalam operasi penyelamatan pilot. Australian Financial Review mengutip jurnalis Michael Weiss yang menyebut satu operasi penyelamatan dapat menelan biaya hingga 300 juta dolar AS, termasuk kerugian pesawat Hercules yang masing-masing bernilai lebih dari 100 juta dolar AS.

Dalam insiden itu, satu pesawat Hercules dan dua helikopter Little Bird hancur. Amerika Serikat menyatakan pesawat sengaja dimusnahkan untuk mencegahnya jatuh ke tangan Iran, sementara Teheran mengklaim berhasil menembaknya jatuh.

Kerugian lain juga dilaporkan mencakup jatuhnya pesawat tempur A-10 Warthog saat libur Paskah, kerusakan helikopter Black Hawk akibat tembakan musuh, serta ditembak jatuhnya dua drone Reaper.

Dampak konflik tidak berhenti pada kerugian langsung. The Daily Pennsylvanian mencatat adanya beban jangka panjang, termasuk biaya perawatan ratusan tentara yang terluka serta kerugian tidak langsung yang mencapai miliaran dolar.

Sementara itu, laporan Center for Strategic and International Studies memperingatkan persediaan amunisi canggih AS seperti rudal Tomahawk dan sistem Patriot mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesiapan militer AS di kawasan lain.

Laporan tersebut juga menyoroti dampak global, termasuk kenaikan harga energi dan pupuk yang dapat menekan perekonomian dunia dan memicu risiko resesi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya