William Knox D’Arcy dan Penemuan Minyak di Timur Tengah

01 Apr 2026 • 03:06 iMedia

MediaHub – Negara-negara di Timur Tengah dikenal karena kekayaan minyaknya yang melimpah. Perang serta perebutan kekuasaan di kawasan ini sering kali dipicu oleh nilai strategis dari “emas hitam” tersebut.

Iran, sebagai salah satu pionir dalam industri minyak di wilayah ini, menjadi saksi sejarah ketika William Knox D’Arcy, seorang pemuda asal Inggris, menggali sumber daya alamnya dan membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut.

William lahir pada 11 Oktober 1849 di Devon, Inggris. Ia menempuh pendidikan di Westminster School, London, sebelum terjun ke dunia investasi, terutama dalam spekulasi tanah dan saham emas yang menjadikannya sukses finansial.

Ambisinya untuk memperluas usaha membawanya bertemu dengan seorang teman lama yang pernah menjabat sebagai duta besar Inggris untuk Teheran pada tahun 1900. Temannya itu mengajukan proposal untuk mengeksplorasi potensi minyak di Persia, di mana rumor tentang ladang minyak tersembunyi sudah lama beredar.

D’Arcy setuju untuk membiayai proyek tersebut dan mengirimkan perwakilan yang berhasil mendapatkan konsesi untuk mencari minyak di lahan seluas lebih dari 480.000 mil persegi. Kontrak yang ditandatangani memberikan D’Arcy hak eksklusif untuk mengeksplorasi, mengekstraksi, dan memasarkan minyak serta sumber daya terkait lainnya.

Sebagai imbalan, ia setuju membayar pemerintah Iran sebesar £20.000 tunai dan £20.000 dalam bentuk saham, serta enam belas persen dari keuntungan tahunan. Sayangnya, setelah dua tahun penggalian, tidak ada tanda-tanda minyak yang ditemukan, dan D’Arcy harus menggadaikan saham Mount Morgan miliknya untuk mendapatkan dana lebih lanjut.

Namun, enam hari setelah penandatanganan kontrak baru, D’Arcy dan timnya berhasil menemukan ladang minyak terbesar yang pernah ada. Penemuan pada 26 Mei 1908 ini menjadikan D’Arcy pemilik tunggal dari cadangan minyak Iran, dengan larangan bagi orang lain untuk mengebor atau mengekstrak minyak di wilayah tersebut.

Selama dekade 1920-an hingga 1940-an, minyak Iran menjadi tulang punggung ekonomi Inggris, di mana kendaraan dan pabrik bergantung pada bahan bakar ini. Kerjasama antara Angkatan Laut Inggris dan perusahaan D’Arcy meyakinkan pasokan minyak yang stabil dengan harga yang sangat kompetitif, yang kemudian turut memengaruhi jalannya dua Perang Dunia.

Geoffrey Blainey, seorang sejarawan Australia, menggambarkan kisah D’Arcy sebagai salah satu yang paling luar biasa dalam dunia bisnis, mengingat dampak penemuan minyak terhadap dinamika politik dan ekonomi hingga saat ini. William Knox D’Arcy meninggal pada 1 Mei 1917 akibat bronkopneumonia, meninggalkan warisan dan harta yang setara dengan 50 juta Poundsterling saat ini.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya