Raja Charles III dan Ratu Camilla Tiba di Amerika Serikat untuk Kunjungan Kenegaraan

28 Apr 2026 • 21:59 iMedia

MEDIAHUB.ID – Raja Charles III dan Ratu Camilla dari Inggris tiba di Amerika Serikat pada Senin, 27 April 2026 waktu setempat, untuk memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari.

Setibanya di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, pasangan kerajaan disambut pejabat diplomatik serta keluarga militer Inggris yang bertugas di AS. Penyambutan berlangsung resmi dengan pemutaran lagu kebangsaan kedua negara, sebelum keduanya melanjutkan perjalanan ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden Donald Trump dalam pertemuan pribadi.

Kunjungan ini digelar bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS, yang menandai berakhirnya kekuasaan Inggris atas wilayah tersebut. Agenda ini juga menjadi kunjungan pertama raja Inggris ke AS dalam sekitar dua dekade terakhir, sehingga dinilai memiliki makna historis dan simbolis bagi hubungan kedua negara.

Selama berada di AS, Raja Charles dijadwalkan menyampaikan pidato di Kongres, menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih, serta melakukan kunjungan ke New York dan Virginia. Di New York, ia dan Ratu Camilla akan memperingati para korban serangan 11 September 2001 menjelang peringatan ke-25 tragedi tersebut. Sementara di Virginia, Raja Charles dijadwalkan bertemu kelompok konservasi lingkungan sebagai bagian dari komitmennya terhadap isu lingkungan.

Meski demikian, kunjungan ini berlangsung dalam suasana yang tidak sepenuhnya tenang. Beberapa hari sebelum kedatangan Raja Charles, terjadi insiden penembakan dalam acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington. Walau tidak menimbulkan korban luka, peristiwa itu meningkatkan kekhawatiran soal keamanan selama kunjungan berlangsung.

Hubungan Inggris dan AS juga tengah berada di bawah tekanan akibat perbedaan sikap terkait konflik Iran. Presiden Donald Trump sebelumnya mengkritik pemerintah Inggris karena dinilai tidak memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan militer AS.

Bahkan, laporan internal Pentagon menyebut kemungkinan peninjauan ulang terhadap dukungan Amerika atas klaim Inggris di Kepulauan Falkland sebagai bentuk tekanan politik.

Pemerintah Inggris yang dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer berharap kunjungan ini dapat memperbaiki hubungan kedua negara yang selama ini dikenal sebagai “hubungan khusus”. Sejumlah pihak menilai relasi itu berada pada titik terendah sejak Krisis Suez tahun 1956.

Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Christian Turner, menilai kunjungan ini mencerminkan kedekatan historis antara London dan Washington. Sementara itu, Trump menyatakan dirinya sangat menghormati Raja Charles dan optimistis pertemuan ini dapat membantu memperbaiki hubungan bilateral.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan Presiden Trump menantikan kunjungan tersebut, termasuk jamuan makan malam kenegaraan dan rangkaian acara lainnya selama sepekan.

Meski demikian, sejumlah isu sensitif, termasuk skandal yang melibatkan Pangeran Andrew dan Jeffrey Epstein, dipastikan tidak akan masuk dalam agenda resmi agar tidak mengganggu proses hukum yang masih berjalan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya